TPID DIY Diminta Rumuskan Strategi Pemulihan Ekonomi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Pemda DIY berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dapat merumuskan strategi serta tindakan dan terus berkomitmen menjaga tingkat inflasi pada sasaran yang ditetapkan pada 2021 ini. Strategi penanganan ekonomi secara simultan dan komprehensif tersebut guna mendukung ruang pemulihan ekonomi DIY yang terdampak signifikan akibat pandemi Covid-19.

Wakil Gubernur (Wagub) DIY Paku Alam X menuturkan pandemi yang terjadi saat ini membuat laju pertumbuhan ekonomi DIY merosot tajam dibandingkan nasional dan disertai dengan penurunan inflasi. Perekonomian DIY dominan ditopang sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan penggerak utama di sektor pariwisata dan pendidikan. Kedua sektor tersebut mengalami penurunan yang sangat tajam dan memberikan dampak yang sangat luas pada perkembangan perekonomian secara global di DIY saat ini.

“Kondisi perekonomian DIY terkontraksi cukup dalam pada angka 6,74 persen dengan pencapaian dibawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kontraksi cukup dalam juga dikarenakan adanya penurunan komponen investasi usai berakhirnya konstruksi proyek strategis, ditambah tekanan pada sektor pariwisata, pendidikan dan konsumsi rumah tangga karena dampak pandemi,” terangnya dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TPID DIY 2021 di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (19/3).
Paku Alam X menyampaikan pertumbuhan ekonomi yang merosot tajam disertai dengan penurunan inflasi membutuhkan upaya penanganan ekonomi secara simultan dan komprehensif baik oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bersama seluruh stakeholder lainnya dan masyarakat. Untuk mendorong terwujudnya koordinasi dan pengendalian program/kegiatan TPID DIY disarankan perlu melakukan beberapa hal.

“Pertama, mengidentifikasi akar permasalahan perekonomian di DIY. Kedua, memastikan ketepatan sasaran program/kegiatan melalui data yang valid. Ketiga, diperlukan langkah-langkah intensif dan inovatif dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Dan keempat, perlu upaya untuk terus memperkuat kemitraan dan koordinasi antara pemerintah pusat maupun daerah dengan stakeholder terkait lainnya melalui sharing sumber daya dan sasaran,” jelasnya.

Asekda Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menambahkan capaian inflasi minim serta terjadinya peningkatan jumlah pengangguran yang besar di DIY pada 2020 lalu. TPID DIY dalam hal ini tidak ingin terlalu muluk-muluk agar inflasi DIY 2021 mengalami kenaikan sebagai cerminan daya beli masyarakat yang mulai membaik di DIY.

“Inflasi DIY 2020 turun jadi 1,4 persen, angka ini mungkin dianggap TPID sukses, tapi bagi kami ini justru turunnya daya beli masyarakat. Jadi kami berharap inflasi tahun ini sedikit naik dibanding tahun lalu, biasanya ingin turun. Dengan naiknya inflasi 2021 menjadi cerminan peningkatan daya beli masyarakat. Kenaikan daya beli masyarakat inilah yang bisa menjadi pendorong pemulihan perekonomian di DIY,” imbuhnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI