TPID DIY Fokus Optimalkan Program-Program Hulu Sampai Hilir

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRjogja.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY telah memulai program optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan bibit unggul pertanian guna membantu mewujudkan. Selain itu, TPID DIY mulai melihat dan memetakan program-program dari hulu sampai hilir yang bisa dikombinasikan dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dan lainnya guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi di DIY.

Plt Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan TPID DIY siap melakukan optimalisasi SDM unggul yang mempunyai produktivitas luar biasa dan bibit unggul pertanian saat ini sampai kepada pasar. Program TPID DIY tersebut sudah dimulai karena akan sangat membantu kestabilan harga di pasar.

“Kami pun berupaya mendekatkan akses asosiasi peternak ayam dan asosiasi lainnya dengan lembaga jasa keuangan melalui business matching. Bahkan, pemerintah telah menggulirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro yang sudah tidak ada lagi jaminan, usaha itulah yang merupakan jaminan untuk meminjam. Jadi sebenarnya sudah banyak langkah- langkah geliat perekonomian di masyarakat sehingga ekonomi bisa pulih,” tuturnya di Komplek Kepatihan, Selasa (30/3).

Made menegaskan Pemda DIY juga melibatkan ASN dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar ASN di lingkungan Pemda DIY bisa menyerap atau mengkonsumsi produk pangan lokal DIY dengan harapan bisa membantu penyerapan pasar. TPID DIY juga sudah mulai program-program yang melihat dari hulu sampai hilir dikombinasikan dengan TPAKD dan lain nya. Hal ini membuat pihaknya optimis pertumbuhan ekonomi bisa meningkat tahun ini, apalagi pemerintah pusat sudah memberikan berbagai relaksasi, insentif, subsidi dan sebagainya.

“Menjaga ketersediaan pangan itu tidak hanya berbicara apa yang ada di pasar, tetapi dari sisi hulu yang membutuhkan kestabilan. Guna menjaga kestabilan di hulu atau dari sisi produksinya sebenarnya trennya rutin berputar saat momen lebaran, puasa, libur panjang dan sebagainya dipastikan ada fluktuasi harga,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI