TPID DIY Matangkan Roadmap Hingga 2021

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY tengah menyusun roadmap pengendalian inflasi daerah sepanjang 2019 hingga 2021 mendatang. Roadmap pengendalian inflasi daerah untuk tiga tahun kedepan tersebut difokuskan berbagai upaya untuk menjaga inflasi, peningkatan pelayanan dan kualitas serta mencari inovasi kedepannya melalui kajian dan analis terutama menjaga pasokan atau stok bahan pangan tetap ada.

Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti ST MT mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) DIY dimana progres capaian inflasi DIY dinilai cukup bagus sekitar 2 persen pada akhir 2018. Inflasi di DIY tersebut disebabkan atau dipicu terjadinya fluktuasi pada komponen volatile food, komponen inti maupun komponen administered price.

"Salah satunya inflasi di DIY pada 2018 lalu dipengaruhi kondisi tertentu seperti cuaca yang mempengaruhi produktivitas atau ketersediaan pasokan bahan pangan dan permintaan. Selain berkoordinasi dengan BI, kami juga berkoordinasi dengan pihak distributor untuk penyediaan pasokan bahan pangan, contohnya komoditi bahan pangan yang mempengaruhi inflasi tahun lalu adalah daging ayam dan telur ayam sehingga terus diupayakan stabilisasi harganya agar semuanya aman," papar Made kepada KR d Gedhong Pracimosono Kepatihan, Selasa (29/1).

Made menyampaikan pihaknya telah mendapatkan laporan dari Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY terkait stok beras. Untuk itu, Pemda DIY melalui TPID DIY sedang menyusun roadmap pengendalian inflasi daerah untuk 2019 hingga 2021. Diharapkan semua instrumen baik instansi di daerah maupun vertikal bisa saling mendukung dalam mengendalikan harga utamanya bahan pangan pokok sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi.

"Stabilisasi inflasi daerah tersebut diantaranya menjaga stabiliasi harga komoditi bahan pangan di DIY agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu jatuh. Kita juga masih akan menerapkan kebijakan operasi pasar, pasar murah dan sebagainya sebagai prioritas untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan," jelasnya.

Terkait kenaikan biaya angkutan udara, Made mengaku akan melakukan identifikasi terlebih dahulu pemanfaatan angkutan logistik via udara. Sebab mayoritas untuk pengangkutan barang di DIY masih menggunakan angkutan darat dan komoditi bahan pangan yang diangkut menggunakan angkutan udara masih sangat terbatas.

"Salah satu inovasi yang akan dilakukan terutama memperpendek mata rantai atau jalur distribusi dengan memfasilitasi produsen agar bisa terhubung langsung ke konsumen. Kami akan lakukan sejumlah analisis dan bisa membentuk jaringan dengan produsen nantinya," imbuh Made. (Ira) 

BERITA REKOMENDASI