TPID DIY Tingkatkan Sinergi Perdagangan Antardaerah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Penggendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY akan berkoordinasi untuk meningkatkan sinergi perdagangan antardaerah guna menjaga pasokan pangan maupun stabilitas harga bahan pangan. Penguatan sinergi perdagangan antardaerah ini melalui kanal-kanal supaya lebih lancar arus barang dari daerah satu ke daerah lain.

Anggota TPID DIY Miyono menyampaikan pasokan komoditas bahan pangan harus dijaga supaya tercukupi bagi kebutuhan masyarakat DIY. Fenomena mahalnya harga cabai yang notabene merupakan salah satu sentra produksi cabai tidak terjadi hanya di DIY saja, tetapi dialami hampir seluruh daerah.

“Kadang-kadang ada ‘daerah kutukan’ dimana daerah tersebut merupakan produsen atau sentra produksi tetapi harganya justru tinggi. Karena ada disparitas harga antara daerah satu dengan yang lain, akhirnya barang-barang itu mengalir ke daerah yang harganya lebih tinggi,” tutur Miyono.

Miyono menegaskan kuncinya melalui penguatan sinergi kerja sama perdagangan antardaerah ke depannya. Setiap daerah tentunya sudah menjalin kerja sama perdagangan komoditas pangan dengan daerah lain karena tidak semua daerah mampu menghasilkan semua komoditas bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat.

“Penguatan sinergi kerja sama perdagangan antardaerah ini harus dilakukan supaya tidak menjadi ‘daerah kutukan’ itu. Jika di daerah lain kekurangan komoditas bisa disalurkan kesana dari sini atau disana kelebihan bisa disalurkan kesini sehingga jadi saling melengkapi,” tandasnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY ini menegaskan, tidak bisa suatu daerah melarang atau memberlakukan peraturan suatu komoditas pangan keluar, jelas tidak memungkinkan dan belum tentu diperbolehkan. Sehingga yang paling penting adalah bukan pengaturan perdagangan antardaerah tetapi disinergikan dengan membuat kanal-kanal supaya lebih lancar arus barang dari daerah satu ke daerah lain.

“Tetapi kita bisa mengimbau produsen bahan pangan lokal agar memasok dulu atau memenuhi kebutuhan dalam daerah. Jangan semua dijual keluar karena harga di luar lebih mahal,” tegas Miyono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI