TPID DIY Yakin Inflasi Lebaran Masih Tetap Terjaga

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Inflasi di DIY mencapai 0,01 persen (mtm) pada April 2021 dengan tingkat inflasi tahun kalender selama April 2021 terhadap Desember 2020 sebesar 0,77 persen (ytd) dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun selama April 2021 terhadap April 2020 sebesar 1,68 persen (yoy). Capaian inflasi DIY pada April 2021 ini paling rendah di tanah air mengandung pengertian tidak lepas dari unsur supply and demand atau ketersediaan pasokan dan permintaan.

“Dari sisi ketersediaan bahan pangan khususnya dari komponen volatile food sangat tersedia pasokannya. Sebab TPID DIY sudah melakukan pemantauan bahan pangan baik ke pasar tradisional, pasar modern maupun distributor sangatlah cukup” ujar Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY Miyono di Yogyakarta, Rabu (05/05/2021).

Miyono menjelaskan pasokan komoditi cabai sangat melimpah karena sedang musim panen sehingga komponen volatile food-nya relatif terjaga rendah. Dalam artian banyaknya ketersediaan barang maka harga mampu ditekan.
” Kondisi pandemi Covid-19 ini memicu kebutuhan atau daya beli masyarakatnya tidak terlalu bagus. Yang jelas TPID DIY sebagai pengendali utama inflasi, kami yakin volatile food tetap terjaga seperti komoditas gula pasir, beras, tepung, cabai, bawang dan sebagainya,” katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY tersebut mengatakan salah satu yang perlu diwaspadai semula cabai rawit tetapi panen kemudian menekan harga. Justru sekarang daging ayam dan telur ayam saat ini yang perlu diwaspadai andilnya terhadap inflasi di DIY pada Mei 2021. Namun kondisinya di agen maupun peternak masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu memborong dengan tetap berbelanja secara wajar.

“BI senang masyarakat mulai berkonsumsi dengan wajar, karena dengan berkonsumsi maka pertumbuhan ekonomi akan tergerak. Artinya jangan sampai menimbun barang atau memborong untuk spekulasi borong. Jadi ayo berkonsumsi tetapi yang wajar dan bijak,” tandasnya.

Ditambahkan Miyono, inflasi DIY pada Mei 2021 ini diprediksi tidak begitu tinggi karena dari ketersediaannya cukup. BI dan TPID DIY sudah turun melakukan pemantauan di kabupaten/kota se-DIY dengan hasil semua ketersediaan memang mencukupi.

“Yang perlu dikawal terus adalah ketersediaan supaya tidak terjadi gejolak harga yang berlebihan. Kami optimis inflasi DIY pada Mei 2021 masih tetap terjaga rendah,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI