TPID Dorong dan Tingkatkan Konsumsi Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY terus berupaya mendorong konsumsi agar inflasi DIY berada pada sasaran 3±1 persen (yoy) seiring dengan perkembangan terkini. Sebab capaian inflasi DIY dinilai masih rendah yang dipengaruhi deflasi kelompok Volatile Food atau pangan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono mengatakan Indonesia menghadapi gelombang kedua Covid-19, disaat penyebaran Covid-19 secara global mulai melandai. Secara regional, penyebaran Covid-19 di DIY termasuk paling mengkhawatirkan dibanding daerah lain. Respons PPKM Darurat, memiliki konsekuensi dampak negatif yang lebih tinggi terhadap perekonomian.

“Respons PPKM Darurat penting untuk mengatasi penyebaran Covid-19, namun memiliki konsekuensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Jadi meski ekonomi DIY pada triwulan I 2021 mampu tumbuh tinggi, namun inflasi DIY hingga Juni 2021 masih relatif rendah,” ujarnya di Yogyakarta, Senin (12/07/2021).

Miyono menyatakan inflasi DIY Triwulan II 2021 mencapai 1,50 persen (yoy), lebih rendah dibanding inflasi dua tahun terakhir. Secara tahun kalender, inflasi DIY baru mencapai 0,87 persen (ytd). Rendahnya inflasi DIY dipengaruhi oleh deflasi kelompok Volatile Food atau pangan yang mencapai -1,07 persen, sedangkan administered price cenderung naik mencapai 1,55 persen dan inflasi inti alami penurunan 2,00 persen pada kuartal II 2021.\

“Yang paling parah dan memprihatinkan adalah perkembangan komponen volatile food karena mengalami deflasi dimana harga-harga komoditi bahan pangan turun. Selain itu, permintaan atau demand pun mengalami penurunan dan harga over supply,” tandasnya.

Menurutnya, deflasi volatile food ini membutuhkan upaya mendorong konsumsi bahan pangan. Contohnya harga komoditi bahan pangan cabai dan bawang merah saat ini jatuh, maka petani perlu dibantu agar bisa mencapai Break Even Point (BEP) atau titik impas terhadap biaya produksi. Sebab secara umum yang dikhawatirkan adalah komponen volatile food mengalami deflasi.

“Kita bisa beli ramai-ramai produk cabai dan bawang merah langsung ke petani.Kita bangkitkan gerakan konsumsi masyarakat untuk naik terutama dari level masyarakat kelas bawah sehingga perlu subsidi karena tidak boleh bekerja dan bergerak selama PPKM Darurat. Masalahnya apakah dananya masih ada untuk subsidi maka saya pikir kita boleh berbelanja lebih lalu disumbangkan kepada warga yang membutuhkan terutama yang sedang isolasi mandiri,” pungkas Miyono. (Ira)

BERITA REKOMENDASI