TPST Piyungan Ditutup, Belum Ada Penumpukan Sampah di Sleman

SLEMAN, KRJOGJA.com – Hingga Minggu (20/12), Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan ditutup, belum ada penumpukan sampah di depo-depo di Kabupaten Sleman. Warga diimbau menyimpan sampahnya terlebih dahulu sebelum diangkut oleh gerobak-gerobak atau penyedia jasa layanan swasta pengangkutan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan, pola pengangkutan sampah di Sleman menggunakan pola secara tidak langsung. Karena truk-truk dari Pemda tidak keliling sampai rumah warga. Masyarakat menggunakan jasa layanan pengangkut sampah swasta. “Kita sudah pengalaman Piyungan ditutup. Jika ada informasi penutupan, kami share ke pengangkut sampah gerobak-gerobak itu sehingga mereka juga tidak keliling ke warga,” kata Dwi Anta kepada wartawan, Minggu (20/12).

Menurutnya, karena sampah masih belum diangkut sehingga tidak ada penumpukan sampah di depo-depo. Setelah normal baru dikeluarkan dan dibawa ke 13 depo yang ada. Setiap hari ada 200 ton sampah dari Sleman yang dibawa ke Piyungan. Biasanya setelah TPA Piyungan dibuka kembali, 2-3 hari kemudian pengangkutan sampah akan normal kembali. Selain itu
jika Piyungan dibuka kembali, untuk mengurangi sampah-sampah yang sudah menumpuk dari masyarakat, pengangkutan dimaksimalkan hingga 3 rit sehari.

“Rata-rata ada beberapa depo yang ke Piyungan dua kali. Sekarang depo-depo besar seperti di Tambakboyo, Ambarketawang, Nogotirto dan Tridadi sudah dilengkapi dengan dua armada. Sehingga pengangkutan sampah lebih cepat,” ungkap Dwi.

Ditambahkan, saat ini juga ada paguyuban penarik gerobak di tiap depo. Sehingga jika Piyungan bermasalah, ada petugas yang berjaga agar tidak ada orang
buang sampah sembarang. (Aha)

BERITA REKOMENDASI