TPST Piyungan Kembali Dibuka, Sampah Pinggir Jalan Jadi Prioritas

YOGYA, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Ir Suyana menuturkan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang berada di Piyungan, Bantul sudah dibuka kembali setelah enam hari ditutup akibat 'konflik' antar warga dan DLH Provinsi. Hari ini kembali dibuka, pihak kota mendapat giliran selama dua hari dan akan dahulukan TPS yang berada dijalanan.

"Hari ini sudah dibuka tapi bukan berarti semua truk sampah bisa masuk semua, tidak begitu semuanya ada prosesnya dan juga diatur kloter truk yang bisa masuk," kata Suyana kepada para wartawan, Jum'at (29/03/2019).

Baca Juga: TPST Piyungan Kembali Dibuka Hari Ini

Menurutnya, mengapa perlu proses meskipun TPST Piyungan sudah dibuka, karena hari ini truk sampah yang sudah mengantri sebanyak 38 truk. Sedangkan untuk proses antrianya satu truk sampah bisa memakan waktu, kira-kira satu hingga lima jam lamanya satu truk sampah bisa masuk ke dalam pembuangan tersebut.

Suyana menambahkan, wilayah kota mendapat giliran selama dua hari untuk membersihkan sampah-sampah yang sudah menumpuk khususnya berada di jalanan. "Kebetulan katanya temen-temen wilayah Bantul dan Sleman itu besok libur, jadi Sabtu dan Minggu wilayah kota dapat giliran full untuk bisa membersihkan sampah-sampah yang telah menumpuk, namun kami mendahulukan sampah yang berada di jalanan karena akan semakin mengganggu tamu-tamu wisatawan," tuturnya.

Baca Juga: Pemerintah Yogyakarta Gagal Tangani Sampah

Disamping itu, sampah rumah tangga juga sudah banyak menumpuk jadi untuk sementara grobak sampah akan mengangkut setelah truk kosong. Namun pihaknya menjaga tidak akan adanya penumpukan antrian di TPST. "Tapi itu semua perlu waktu setidaknya satu minggu untuk bisa kembali normal," katanya.

Kejadian sampah menumpuk di DIY sebenarnya tidak hanya terjadi saat ini, pada tahun sebelumnya juga pernah dirasakam namun dengan durasi penutupan yang lebih pendek. Beda halnya dengan yang terjadi saat ini yang mencapai enam hari lamanya.

"Pada tahun sebelumnya pernah terjadi pada bulan Agustus dan Desember dengan waktu yang cukup pendek cuma dua hari sehingga masyarakat tidak merasakan imbasnya, kalau ini sampai enam hari lamanya jelas akan sangat terasa," tambahnya.

Baca Juga: Persoalan TPST Piyungan Kian Pelik, Warga Tutup Jalan

Pihak Pemerintah Kota Yogya juga mengharapkan setelah kejadian ini masyatakat juga dapat membantu untuk mengurangi sampah misalnya dengan cara mengganti plastik dengan gelas botol yang dapat dipakai tanpa dibuang begitupun dengan benda lainya yang tidak menambah sampah.  

"Pake kain buat pengganti tisyu, pake gelas botol buat ganti air kemasan," pungkasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI