Transaksi Turun, BPR Batasi Kredit

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Kebijakan antisipasi Korona dengan pembatasan operasional bank dan kondisi para nasabah yang lebih banyak di rumah terasa pengaruhnya dengan berkurangnya setoran angsuran dan dibatasinya ekspansi kredit

“Nasabah sudah diinfokan transfer via on line bank umum untuk setoran. Dibatasi ekspansi kredit maka kemungkinan potensi pertumbuhan kredit ke depan menurun,” tutur Ketua DPD Perbarindo DIY Ascar Setiyono ketika dikonfirmasi KRJogja.com, Sabtu (28/3)

Disebutkan Perbarindo mendukung himbauan pemerintah terkait social distancing dan antisipasi penyebaran Covid-19, “Ada yg melakukan pembatasan jam operasional ataupun shift karyawan,” ujarnya.

Dengan anggota 53 BPR Konvensional dan 12 BPR Syariah, Perbarindo telah melakukan himbauan pada BPR-BPR untuk tetap menjalankan protokol kesehatan diri dan pencegahan penyebaran covid-19 pada kantor masing masing. “Memahami dan menjalankan ketentuan dari OJK dalam bentuk POJK 11/POJK.03/2020, serta memperkuat likuiditas,” jelasnya.

Mengenai nasabah yang mengajukan reschedule pembayaran kredit, BPR mempunyai kriteria nasabah yang terkena dampak baik langsung maupun tidak langsung. “Dari para nasabah terdampak tersebut dapat dilakukan restrukturisasi kreditnya, dan akan dikategorikan sebagai kredit lancar sampai Maret 2021,” terangnya.

Dengan kondisi sulit, nasabah terdampak mengajukan reschedule pembayaran kredit. “Permintaan (reschedule) sudah ada, karena beberapa sektor ekonomi debitur terdampak. Penjelasan dari masing masing BPR didasarkan dari Kebijakan yg dibuat berdasarkan POJK tersebut,” ungkapnya.

Selanjutnya untuk menjaga likuiditas, BPR tetap melakukan penghimpunan dana dari masyarakat baik deposito ataupun tabungan. “Mengoptimalkan linkage dengan Bank Umum, serta melihat peluang untuk memaksimalkan fungsi APEX bank,” ujarnya. (R-4)

BERITA REKOMENDASI