Triwulan I 2021, Ekonomi DIY Pulih dari Keterpurukan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ekonomi DIY pulih dari keterpurukan pada triwulan I 2021 berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Realisasi pertumbuhan PDRB DIY triwulan I 2021 secara triwulanan meningkat 0,86 persen (qtq) dan secara tahunan terakselerasi 6,14 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi DIY ini relatif lebih baik dibanding Jawa -0,83 persen (yoy) maupun nasional -0,74 persen (yoy).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono menyampaikan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kinerja Lapangan Usaha (LU) informasi dan komunikasi 31,91 persen (yoy) berdasarkan struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY pada triwulan laporan. Akselerasi pertumbuhan LU informasi dan komunikasi ini sejalan dengan masih berlangsungnya kegiatan berbasis online untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Pengguna internet dan durasi pemakaian tercatat meningkat sebagai dampak penyelenggaraan berbagai macam event, pendidikan dan bimbingan belajar secara daring. LU Infokom pada triwulan laporan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi PDRB DIY 2021 yaitu sebesar 3,87 persen,” ujar Miyono, Jumat (07/05/2021).

Miyono menyatakan kinerja lapangan usaha utama PDRB DIY juga menunjukkan pertumbuhan positif terutama LU pertanian. Kenaikan perbaikan LU pertanian terjadi karena statistical based effect pergeseran pola tanam triwulan I 2020 ke triwulan II 2020. Panen raya kembali ke Triwulan I 2021 utamanya tanaman pangan. Selain itu, intensitas curah hujan yang cukup di awal tahun juga berdampak pada lebih baiknya kualitas palawija.

“Pertumbuhan positif juga terjadi pada LU industri pengolahan. Perbaikan pada LU Industri Pengolahan terutama terjadi pada industri makan dan minum yang merupakan pangsa terbesar dari industri pengolahan di DIY,” tambahnya.

Dari sisi pengeluaran, Miyono mengatakan komponen investasi tumbuh positif di triwulan laporan sebesar 5,88 persen (yoy). Kenaikan komponen investasi ini sejalan dengan pembangunan PSN Kereta Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) dan KRL Yogya-Solo serta pembangunan proyek strategis daerah JJLS. Di sisi lain, komponen konsumsi Rumah Tangga (RT) yang merupakan pangsa terbesar dari komponen PDRB pengeluaran, masih tumbuh -1,65 persen (yoy) pada triwulan I 2021. Namun demikian, pertumbuhan komponen konsumsi RT pada triwulan laporan dimaksud lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Program vaksinasi Covid-19 yang mulai dilaksanakan sejak awal tahun 2021 mampu meningkatkan kepercayaan diri bagi masyarakat dalam beraktivitas yang kemudian mendorong kegiatan konsumsi dan memacu daya beli masyarakat. Kami memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada 2021 akan pulih ke depan,” tutut Miyono.

BI DIY akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan. Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI