Tulisan ‘Bunuh Sultan’ Sulut Emosi Warga

YOGYA, KRJOGJA.com – Aksi massa yang menamakan dirinya Gerakan 1 Mei ditentang warga yang berada di kawasan Simpang Tiga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pasalnya, aksi massa menuliskan kata-kata yang menyakiti warga Yogyakarta, yakni tulisan 'Bunuh Sultan' di papan iklan jalanan.  

Warga mulai tersulut emosi karena melihat tulisan yang menghina tuntunan dan pimpinan mereka yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X. Akibat tulisan tersebut, sebagai warga Yogyakarta merasa tidak terima. Maka warga langsung menyerang dan memukul mundur massa hingga ke dalam kampus.

Baca Juga: Pos Polisi Ini Hancur Karena Dilempar Molotov

Sebelumnya warga tidak mengetahui apakah aksi massa di pertigaan jalan UIN Yogyakarta merupakan aksi hari buruh atau yang lainnya. Pasalnya, tulisan menolak bandara terlihat di dinding-dinding kampus dan juga tulisan cat di jalan raya.

Ketua Sekber Keistimewaan Yogyakarta, Widihasto Wasana Putra, menyesalkan aksi tersebut. Widihasto bersama rekan-rekan pun merobek dan mengecat ulang untuk membersihkan tulisan-tulisan yang dianggap tidak beretika tersebut.

"Tulisan sangat provokatif dan tidak sesuai etika budaya masyarakat. Persekusi terhadap Ngarso Dalem. (Kamo) merobek salah satu tulisan itu di baliho komersil. Ini kami simpan sebagai bukti," kata Widihasto ketika dihubungi, Selasa (1/5/2018).

Ia menyebut bahwa pihaknya masih akan menyisir tulisan-tulisan yang diperkirakan masih belum ditemukan. Sejauh ini pihaknya pun telah menghapus dua sampai tiga tulisan.

"Dulu saya juga aktivis, tapi tidak membuat tulisan seperti ini. Kami menggunakan kata-kata yang mengedepankan etika. Sangat menyayangkan aksi ini. Silakan demonstrasi, tapi jangan mengusik masyarakat Yogyakarta. (Tulisan ini) bisa dianggap menghina sultan," pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI