Tumbuh Melambat, Perekonomian DIY Triwulan IV 2016 Optimis Membaik

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Kondisi pertumbuhan ekonomi DIY hingga Triwulan III 2016 lalu mengalami 'tumbuh melambat'. Kontraksi itu dipengaruhi oleh menurunnya tingkat konsumsi masyarakat dan berkurangnya pengeluaran atau belanja pemerintah.

"Pertumbuhan perekonomian DIY hingga Triwulan III 2016 hanya tumbuh melambat di level 4,68 persen yang lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya pada 2016 ini. Pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan I 2016 mencapai 4,84 persen dan Triwulan II 2016 sebesar 5,47 persen," ujar Kepala Bappeda DIY, Tavip Agus Rayanto di Yogyakarta, Minggu (27/11).

Tavip mengatakan struktur PDRB menurut pengeluran pada Triwulan III 2016 masih didominasi penurunan dari dua sektor lapangan usaha yaitu Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga dari 68,03 persen menjadi 67,43 persen disusul Pengeluaran Konsumsi Pemerintah yang mencapai 15, 14 persen dari Triwulan II 2016 yang mencapai 16,41 persen. "Tren penurunan juga terjadi pada sejumlah lapangan usaha dominan, terutama industri pengolahan dan penyediaan akomodasi atau makanan minuman," kata Tavip.

Struktur PDRB dilihat dari lapangan usaha yang dominan di DIY  pada Triwulan III2016 yaitu Industri Pengolahan 12,83 persen, Pertanian Kehitanan dan Perikanan 11,57 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman 10,23 persen, Konstruksi 9,34 persen serta Perdagang Besar dan Eceran dan Reparasi Mobil dan Motor 8,46 persen. Penurunan terjadi pada industri pengolahan, penyediaan akomodasi dan makanan minuman serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan motor.

"Melihat kondisi pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan III 2016, kita masih berharap pertumbuhan perekonomian DIY pada Triwulan IV 2016 nanti akan tetap tumbuh," tandas Tavip.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Arief Budi Santoso mengungkapkan perekonomian DIY Triwulan IV 2016 diprakirakan tumbuh meningkat triwulan sebelumnya sering dengan peningkatan konsumsi masyarakat dan investasi serta terkendalinya inflasi. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan IV 2016 diprediksi tumbuh sekitar 5,4 persen hingga 5,8 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya dan Triwulan II 2016 sebesr 5,57 persen.

"Pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan IV 2016 dipengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga, masih tingginya kinerja investasi dan peningkatan ekpor luar negeri dari sisi permintaan. Dari penawaran, peningkt penyelenggaraan MICE dan kenaikan pada saat liburan Natal dan tahun baru mendorong pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makan minum serta sektoe perdagangan," papar Arief.

Arief menyampaikan perekonomian DIY sepanjang. 2016 ini diprediksi tumbuh dikisaran 5,2 sampai 5,6 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 4,49 persen (yoy), tingkat pertumbuhan ekonomi DIY tersebut lebih tinggi dibandingkan prakirakan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,0 hingga 5,4 persen (yoy). Sisi permintaan, akselerasi pertumbuhan ekonomi DIY Triwulan IV 2016 dipengaruhi peningkatan konsumsi rumah tangga.

"Pertumbuhan konsumsi rumah tangga terutama dipengaruhi peningkatan jumlah wisatwan saar liburan akhir tahun berdampak meningkatkanya permintaan masyarakat terutama komoditas pangan. Tren harga minyak dunia berpotensi menyebabkan diturunkan harga BBM yang berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat," tutur Arief.

Ketua III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY ini menambahkan selain itu penguatan nilai rupiah dan inflasi yang terkendali juga diperkirakan berdampak pada peningkatan konsumsi masyarakat,  Pembayaran termin akhir proyek-proyek Pemda DIY diperkirakan mendorong pertumbuhan investasi Triwulan IV 2016 nantinya. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI