Tumbuhkan UMKM, Balai Batik Gandeng Konsultan

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) melakukan kerjasama dengan Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC) dalam hal pembinaan dan pendampingan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Kegiatan penandantangan sendiri sudah berlangsung pada 25 September 2018.

BBKP sebagai Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perindustrian, yang bertanggungjawab kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), memiliki program Innovating Jogja. Kegiatan ini merupakan lomba tahunan untuk mendorong lahir dan tumbuhnya pelaku usaha di bidang kerajinan dan batik.

Tahun 2018 merupakan tahun kedua bagi BBKP mengadakan kegiatan serupa. Kendala pendampingan yang terukur dan terpantau pasca lomba dan pelatihan selama ini akhirnya terjawab dengan adanya kerjasama dengan BHMTC.

“Sejak dari kegiatan penjurian Inovating Jogja 2018 hingga saat ini, dengan melibatkan BHMTC, geliat yang dimunculkan dari Pelaku UMKM jauh lebih positif dibanding tahun sebelumnya,” kata

Drs A Wisnu Pamungkas selaku Kepala Bidang Pengembangan Jasa Teknik BBKB. Diharapkan melalui pendampingan berkala setiap bulan dapat melahirkan UMKM andalan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik. Kerjasama sendiri berlaku selama 2 tahun hingga 2020.

Febriyo Hadikesuma selaku Direktur dari Bio Hadikesuma Management Training & Consulting mengatakan selama ini banyak peserta dari kompetisi bisnis yang setelah mendapat hadiah, usahanya malah tidak berjalan.

Melalui kerjasama ini, dan dengan melihat potensi bisnis para peserta, BHMTC cukup optimis dalam periode waktu pembinaan yang diberikan, akan menghasilkan UMKM yang mandiri. “Tugas terbesar kami adalah mengajak para pengrajin menjadi pengrajin pengusaha,” ujar Bio dalam siaran pers yang diterima KRjogja.com belum lama ini.

Kegiatan penandatanganan kerjasama ini juga bertepatan dengan pengumuman pemenang Inovating Jogja 2018. ‘Inovating Jogja 2018’ sendiri mengangkat tema khusus di bidang batik. Salah satu pemenang dari Inovating Jogja tahun ini adalah Wiraty Ristyastuti, pengrajin batik ringkel. Teknik ringkel merupakan teknik yang berasal dari BBKB dan sudah diajarkan ke beberapa pembatik.

Wirty Ristyastuti menjadi salah satu yang masih mempertahankan teknik ini dan melakukan beberapa inovasi dalam pengembangan produknya. Sedangkan pemenang kedua adalah Aji Bayu yang melakukan inovasi pemberian batik pada serat alam yang menyasar pada pasar ekspor. (*)

BERITA REKOMENDASI