Tunggakan Iuran Peserta BPJS Kesehatan Capai Rp 10 M

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta masih memiliki dana tunggakan pembayaran iuran dari masyarakat senilai sekitar Rp 10 miliar terhitung hingga akhir 2018. Tunggakan terbesar berasal dari peserta Mandiri yang belum membayar iuran perbulan sebagai kewajiban kepersertaannya.

“Kedisiplinan peserta untuk membayar iuran bulanan sangat penting. Saat ini sebenarnya kolektabilitas iuran peserta di BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta sudah bagus. Kalau untuk peserta penerima iuran bantuan pemerintah, PNS, TNI/POLRI biasanya 100 persen tidak ada masalah. Bagi peserta dari badan usaha (BU) sekitar 98 persen. Nah yang peserta mandiri ini masih di angka 75 persen,” tutur Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta, Dwi Hesti Yuniarti.

Menurut Dwi Hesti, hal itu yang membuat kolektabilitas menjadi menurut. Hanya saja pada 2019 ini pihaknya menargetkan kolektabilitas secara umum dapat mencapai 98 persen. Hal tersebut diharapkan juga ditunjang dari Kader JKN yang aktif jemput bola di masyarakat. Selain itu juga kepesertaan masyarakat sudah makin bagus dengan rata-rata mencapai di atas 95 persen.

Selain itu Dwi Hesti juga menegaskan hingga saat ini tidak ada rumah sakit di wilayah cakupan BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta yang menghentikan perjanjian kerja sama (PKS). Jumlah 31 rumah sakit yang menjadi mitra masih utuh dan tidak perlu menjadikan kepanikan di tengah masyarakat.

“Untuk rumah sakit mitra di BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta masih tetap. Mengenai informasi adanya beberapa rumah sakit yang melepas PKS dengan BPJS Kesehatan, hal itu tidak ada di Yogyakarta,” tegasnya. (Feb)

BERITA REKOMENDASI