Turun Tangan Bagikan Sembako Kepada Pengemudi Taksi dan Ojol

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Gerakan kepemudaan ‘Turun Tangan’ menyalurkan bantuan paket sembako kepada para pengemudi taksi konvensional maupun ojek online yang ada di DIY, Minggu (26/07/2020). Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat Persatuan Pengemudi Taksi Yogyakarta (Perpetayo) Jalan Ipda Tut Harsono Yogyakarta itu setidaknya 200 paket sembako dibagikan.

Pembina Turun Tangan DIY, Arif Noor Hartanto mengatakan Kegiatan sosial ini ternyata dapat mencairkan resistensi konflik, baik dari kalangan pengemudi taksi konvensional maupun driver berbasis aplikasi online. Kebersamaan yang timbul diharap mampu menyatukan merekan mereka dalam bekerja sesuai bidangnya masing-masing.

“Terutama driver taksi berpelat kuning yang dulu ada istilah taksi konvensional dengan driver taksi online. Tetapi melalui peristiwa pagi ini seolah menjadi baik-baik saja, ” terang pria yang akrab disapa Inung ini.

Inung yang juga pernah menjabat sebagai Pimpinan DPRD DIY periode 2014-2019 mengatakan terdapat sekitar 200 driver taksi aktif maupun tidak aktif bergabung dan menerima pembagian sembako di acara ini. Penyaluran bantuan ditengah pandemi Covid-19 diharapkan juga dapat mengurangi beban ekonomi para pengemudi taksi.

“Pendapatan mereka akibat dampak dari wabah pandemi terkurangi secara luar biasa. Sehingga pilihan teman teman Turun Tangan adalah hal tepat, hadir di sini untuk membantu mereka, ” terang Sekretaris PMI Yogyakarta itu.

Koordinator Turun Tangan DIY Alifa Suri Rahmadhina menjelaskan bantuan paket sembako antara lain berisikan beras, minyak, sarden, garam, tepung dan bahan konsumsi lainnya. Pembagian sembako direncanakan akan dilanjutkan ke daerah lain di DIY.

Manager internal Gerakan ‘Turun Tangan’ Relawan seluruh Indonesia, Shangyang Sukma Abadi menjelaskan ‘Turun Tangan’ merupakan gerakan kepemudaan yang saat ini sudah memiliki 70 regional di seluruh Indonesia, termasuk sudah ada di Papua.

“Gerakan ini kami serahkan sesuai ‘passion’ anak anak muda di daerah. Misalnya bisa konsen di bidang pendidikan, ekonomi dan lainnya,” ucapnya. (*)

BERITA REKOMENDASI