UAD Cari Solusi dan Terus Berinovasi Dimasa Pandemi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan tagline, ‘Moral and Intellectual Integrity’ terus berkembang dengan ide-ide yang inovatif. Demikian juga saat pandemi Covid-19, UAD mencari solusi dan terus berinovasi.

“Dalam masa pandemi Covid-19, UAD terus mencari solusi dan bernovasi. Hasilnya untuk masyarakat luas,” kata Dr Muchlas MT, Rektor UAD di Ruang Rektorat, Jalan Kapas, Semaki, Yogya, Jumat (21/08/2020). Hal tersebut diungkapkan terkait pelaksanaan wisuda daring sebanyak 1.581 lulusan periode Maret dan Juli di Auditorium kampus 1, Jalan Kapas Semaki, Sabtu (22/08/2020) esok.

Dijelaskan Muchlas, sejak pandemi Covid-19, UAD bergerak mencari solusi dan berinovasi, seperti membuat Pistol Covid-19 karya Prof Haryadi. “Pistol Covid-19 sudah diproduksi massal dan dipergunakan lembaga-lembaga dan masyarakat luas,” ucapnya. Ada pula, Remote Psysics Laboratory karya Ishafit, Immunomodulator dari Estrak Rosella dan Rimpang Bengle karya Prof Nurkhasanah, Pengembangan Perangkat Praktikum Penentuan Visualisasi Gejala Transien pada Rangkaian Remote Control (RC) Berbasis Smartphone karya Nanang Suwondo.

Dr Muchlas juga menyebutkan, bulan September mendatang, UAD akan meluncurkan Radio Komunitas untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari SD, SMP, SMA/SMK di Pulau Bawean Jawa Timur, tentu saja secara legal dan formal. “Tim UAD sudah beberapa bulan di lokasi untuk melalukan uji coba peralatan secara maksimal. Uji coba dan penyepurnaan ini penting karena Pulau Bawean ini masuk daerah 3T, Terdepan-Terpencil dan Tertinggal,” ujarnya. UAD berkarya tidak hanya untuk masyarakat perkotaan juga di desa, bahkan di daerah 3T, Terdepan, Terpencil dan Tertinggal.

UAD mencari solusi dan berinovasi akan terus dilakukan. Selain itu, UAD meneruskan program sebelumnya. Khususnya di kompleks Kampus 4 (Utama) di Jalan Ahmad Yani atau Ringroad Selatan Banguntapan Bantul telah disiapkan-diintegrasikan menjadi wisata edukasi-religi dan sains. “Kampus 4 UAD ini memang diintegrasikan untuk wisata edukasi, religi dan sains,” tuturnya.

UAD

BERITA REKOMENDASI