Ubah ‘Mindset’ Negatif Perempuan Tentang Dunia Politik

YOGYA (KRjogja.com) – Undang Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu mengisyaratkan perempuan harusnya mendapat jatah 30 persen dalam kancah perpolitikan di tanah air. Tetapi dalam praktiknya justru makin sedikit jumlah perempuan yang menjadi anggota parlemen.

Hal ini yang menjadi keprihatinan bagi DPW Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) DIY yang menginginkan peran lebih dalam politik. Turunnya partisipasi perempuan dalam politik bisa dilihat dari jumlah perempuan yang menjadi anggota DPRD DIY pada 20 dimana periode sebelumya masih ada 12 perempuan atau 22 persen kini hanya tinggal 6 perempuan dari 55 anggota DPRD DIY sehingga turun 50 persen.

"Nyatanya keterwakilan perempuan di parlemen sangat rendah dan tidak sesuai dengan kuota 30 persen tadi. Kecenderungan keterwakilan perempuan di tingkat legislatif menurun setiap periodenya," kata Ketua DPW KPPI DIY, BRAy Iriani Pramastuti usai bersilahturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedhong Wilis Kepatihan, Senin (8/8/2016).

Iriani berharap peran perempuan di dunia politik diberikan ruang dan fasilitas dari pemerintah. Upaya ini guna mendidik perempuan di seluruh lapisan masyarakat di DIY agar cedas berpolitik dan mempercayakan keterwakilannya kepada perempuan. Perempuan harus dilibatkan dan berperan serta dalam pengambilan kebijakan-kebijakan yang pada akhirnya mampu mensejahterakan masyarakat.

Menurutnya penyebab penurunan jumlah perempuan di parlemen disebabkan maraknya politik uang atau money politics.  Untuk itu, masyarakat perlu diberikan edukasi dimana perempuan mampu mandiri dalam berpolitik dan memberikan kepercayaannya kepada perempuan lainnya.

"Artinya kita harus mengubah 'mindset' perempuan dari pandangan negatif terhadap politik itu sendiri, baik itu politik uang, politik kotor dan sebagainya," ujar Mantan anggota DPRD DIY periode 2009-2014 itu. (R-4)

 

BERITA REKOMENDASI