UGM Gelar Konser, Pemasukan Tiket Didonasikan Bantu Pasien Kanker

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com –  Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM menggelar konser musik klasik yang bertajuk King of Classic di ruang auditorium FKKMK, Selasa (17/12/2019) malam. Menghadirkan musisi Jerman, Maximilian Schairer dan Philipp Jonas, seluruh tiket konser yang terjual akan diberikan untuk membantu pasien kanker.

Dekan FKKMK Prof Ova Amelia mengungkap kedua musisi tersebut menampilkan empat buah lagu, Sonate No. 1 Op 12, Sonate L 140, Christsmas Overture dan Sonate No. 3 Op.45. Seluruh hasil dari penjualan tiket dari konser musik klasik ini akan sepenuhnya diserahkan kepada yayasan kanker Indonesia cabang DIY.

Baca juga :

Selfie Wisatawan Rusakkan Meja HB VIII, Ini Komentar Ibu Ratu
Jelang Nataru, Waspadai Makanan Kadaluwarsa

"Kita persembahkan konser ini bagi mereka pecinta musik klasik, bukan sekedar konser namun mengemban misi sosial agar bisa berbagi dengan yang lebih membutuhkan. Seluruh hasil tiket konser kami serahkan ke yayasan kanker Indonesia,” ungkapnya.

Promotor Konser Musik Amal kali ini, Prof Adi Utarini menuturkan penyelenggaraan konser musik klasik di kampus FKKMK sudah dimulai sejak era tahun 80-an dengan menggandeng Yayasan Karta Pustaka. Fakultas kedokteran UGM merupakan satu-satunya fakultas yang memiliki semangat menyelenggarakan musik klasik setiap tahun.

Bahkan setiap tahun pula pihaknya menemukan bakat mahasiswa yang piawai memainkan musik klasik. Musik klasik menurut dia menjadi jembatan kolaborasi akademik dan non akademik serta mempraktikkan misi kemanusiaan. “Praktek baik dari konser amal ini, seluruh pemasukan didonasikan seluruhnya tidak dipotong biaya operasional,” ungkap.

Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Cabang DIY Sunarsih Sutaryo mengutarakan nantinya hasil tiket konser akan digunakan untuk membangun 15 kamar yang ada di rumah singgah bagi pasien kanker yang tengah berobat di RSUP Dr Sardjito. Bukan hanya untuk tempat singgah para pasien dan keluarga yang mendampingi, terkadang yayasan ini menurut Sunarsih juga memenuhi kebutuhan makan dan membeli obat pasien yang tidak dijamin lewat BPJS.

“Di kegiatan konser amal tahun lalu, berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 300-an juta yang digunakan menyediakan 15 kamar di rumah singgah. Pembangunannya sudah mencapai 80 persen. Kami bekerja sama dnegan RS sardjito juga untuk mendapatkan ranjang tempat tidur pasien,” pungkasnya. (Fxh)

UGM

BERITA REKOMENDASI