UIN Sunan Kalijaga Mulai Kuliah Tatap Muka Terbatas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – UIN Sunan Kalijaga menjadi salah satu kampus yang mulai melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di masa pandemi. Telah berlangsung dua hari sejak lalu sejak Senin (11/10/2021) pelaksanaan PTM terpantau lancar, aman dan sesuai protokol kesehatan (Prokes). Hal ini terlihat dari hasil pantauan Wakil Rektor 1 UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. Irwandi S, S.Ag., M,Si.

Ia menyampaikan persiapan sarana prasarana kampus telah tersedia untuk menyambut mahasiswa kembali ke kampus. “Kami melakukan monitoring sarana dan prasana di semua fakultas dan Alhamdulillah semua sesuai dengan protokol kesehatan, sehingga kami semakin yakin bahwa kami siap menyelenggarakan perkuliahan tatap muka,” ujarnya ujarnya.

Meskipun telah mulai diberlakukannya PTM, mahasiswa yang diperbolehkan mengikuti pembelajaran dikampus cukup terbatas. Hanya diperbolehkan bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2021.

Berbagai persyaratan juga diberlakukan, seperti sudah mengikuti vaksin dosis dua, mendapat surat izin dari orangtua, hingga riwayat penyakit yang dimiliki. Dengan berbagai syarat tersebut di akui oleh Siti Nurul Mutia sebagai mahasiswa, masih banyak teman-temannya yang belum memenuhi syarat dan tidak memperoleh izin dari orangtua untuk mengikuti PTM.

Mahasiswa asal Maluku Utara ini menyebutkan saat ini jumlah mahasiwa yang mengikuti kuliah luring masih sedikit, yaitu berkisar antara tiga sampai delapan orang perkelas. Pembelajaran dilakukan maksimal selama 60 menit untuk 3 sks dan 45 menit untuk 2 SKS.

Meskipun demikian perkuliahan tetap berlangsung dengan lancar dan menggunakan metode hybrid. Selain ketentuan pada mahasiswa, ada juga beberapa kriteria pengajar yang di izinkan untuk melakukan PTM, hal ini sesuai dengan panduan pelaksanaan UIN Sunan Kalijaga yaitu pengajar harus sudah divaksin dosis dua, tidak boleh lebih dari usia 55 tahun, dan tidak memiliki penyakit penyerta atau komobrid.

Pemberlakuan PTM ini masih bersifat uji coba, diakui oleh Ketua Satgas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Dr. Abdur Rozaki. Bahwa tidak ada pemaksaan bagi dosen dan Mahsiswa untuk melakukan PTM sehingga jika dosen dan mahasiswa yang masih menghendaki sistem PJJ masih diperbolehkan. Hal ini akan masih menjadi pantauan dan akan dievaluasi setiap harinya.

Alda Febrinela
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

UIN

BERITA REKOMENDASI