Uji Coba Kawasan Malioboro, Fokuskan Rekayasa Lalu-lintas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro yang dibarengkan dengan Gerakan Selasa Wage, masih akan difokuskan pada mekanisme atau rekayasa arus lalu lintas. Kawasan semi pedestrian Malioboro bebas dari kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat diharapkan bisa direalisasikan akhir tahun 2019 ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Rahardjo mengatakan, uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro yang keempat kalinya, Selasa (01/10/2019) hari ini masih sama seperti uji coba sebelumnya, yaitu fokus pada penataan arus lalu lintas melalui rekayasa dan manajemen lalu lintas. Kali ini, Dishub Kota Yogyakarta yang menjadi ujung tombak penataan arus kendaraan selama uji coba diberlakukan mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

Baca juga :

Pembangunan Hidran Kampung Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Lahan Pertanian di Kota Yogyakarta Masih Subur

“Pelaksanaan uji coba semi pedestrian kali ini sama seperti sebelumnya, jalan utama di Malioboro ditutup. Kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama yang berada di kawasan Malioboro terkait pengaturan arus lalu lintas terutama di ruas jalan yang cukup krusial, di antaranya Jalan Letjen Suprapto ke arah Selatan,” ujar Sigit.

Sigit menjelaskan, selain penataan arus lalu lintas di beberapa ruas jalan di seputaran Malioboro, uji coba kawasan semi pedestrian juga difokuskan untuk penataan dan optimalisasi sirip-sirip di kawasan tersebut. Beberapa sirip-sirip jalan di kawasan Malioboro ada yang bisa digunakan untuk dua arah, namun masih kesulitan untuk melakukan manuver atau perputaran.

“Rencananya jika kawasan semi pedestrian sudah diberlakukan, semua kendaraan bermotor tidak bisa masuk ke Malioboro sepenuhnya, yang boleh masuk hanya penghuni saja. Sirip yang bisa dipakai untuk dua arah ada di ruas Jalan Suryatmajan,” imbuhnya.

Pihaknya sekaligus akan menata area parkir di Abu Bakar Ali (ABA), P Senopati dan Ngabean untuk mendukung manajemen lalu lintas di kawasan Malioboro. Termasuk penataan parkir kendaraan tradisional andong dan becak kayuh yang kini masih belum tertata maksimal. Dishub DIY juga akan membuat kajian lagi untuk Jalan Perwakilan, Jalan Abu Bakar Ali dan Jalan Mataram.

“Rencananya Jalan Mataram akan jadi satu arah sebagaimana disosialisasikan Dishub Kota Yogyakarta saat ini. Kami juga belum ada rencana untuk uji coba becak bertenaga khusus atau becak listrik di kawasan Malioboro pada Selasa Wage ini. Karena kami masih menunggu izin dan legalitas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru bisa melakukan uji coba becak listrik,” tandasnya.

Sigit mengatakan, sebenarnya ingin menata sirip-sirip di kawasan Malioboro terlebih dahulu, namun membutuhkan waktu cukup lama. Untuk itu, dirinya fokus pada upaya rekasaya lalu lintas dan pembenahan alat pemberi isyarat lalu lintas atau APILL serta pengaturan jalan dengan pelebaran jalan di Ngabean untuk manuver agar mengurangi kepadatan.

“Kita harus siapkan betul-betul kawasan pendukungnya, jadi tidak hanya untuk kawasan utama saja di Malioboro yang sedang kita tata,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI