Uji Simulator Wajib Bagi Pemohon ‘Klipeng’

YOGYA, KRJOGJA.com – Salah satu persyaratan bagi pemohon SIM A Umum, B1, B2, B1 Umum, dan B2 Umum, harus menyertakan sertifikasi uji kelayakan dari LPK yang direkomendasikan pihak kepolisian dan sertifikat klinik pengemudi (klipeng) atau biasa disebut Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi (SKUKP) dari Direktorat lalu lintas (Ditlantas). Untuk bisa mendapatkan klipeng, pemohon harus menjalani tes simulasi/uji simulator. Selain itu, pemohon juga terlebih dahulu menjalani cek kesehatan dan tes psikologi.

Mengenai kewajiban soal sertifikasi dari LPK dan sertifikat klipeng, setiap pengemudi kendaraan bermotor (ranmor) wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM), sesuai dengan jenis kendaraannya, mulai dari sepeda motor, mobil, bus, atau truk. Ada dua jenis SIM yang diterbitkan oleh kepolisian, yakni perorangan dan umum. SIM perorangan diperuntukkan untuk pribadi, tidak komersial. Sedangkan SIM umum diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan umum atau angkutan.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi SIK MH MSi, Senin (22/03/2021) menyampaikan kewajiban mengenai kepemilikan SIM diatur dalam pasal 77 ayat (1) nomor 22 tahun 2009. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa orang yang mengemudikan kendaraan bermotor tanpa SIM akan dipidana paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta. “Terkait hal itu, setiap pengendara kendaraan bermnotor wajib memiliki SIM,” tandas Iwan Saktiadi.

BERITA REKOMENDASI