Umat Buddha Rayakan Trisuci Waisak di Rumah

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perayaan Trisuci Waisak 2564 BE tahun 2020 di masa pandemi Covid-19 ini dilaksanakan secara online. Umat Buddha diimbau untuk tetap beribadah dirumah dengan memanfaatkan live streaming yang ada seperti di Zoom, YouTube, Facebook atau menonton Daai Tv.

“Jika masih tetap mengadakan Puja Bhakti di Vihara dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, jaga jarak, cuci tangan sebelum dan setelah ke Vihara, jumlahnya dibatasi 3 – 5 orang saja,” tutur Ketua Pengurus Daerah Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) DIY, Agus Setyawan Suwarno, Kamis (07/05/2020).

Tema Waisak Permabudhi ‘Dengan Kesadaran Dhamma, Kita Tingkatkan Kepedulian Sosial Demi Keutuhan Bangs’, lanjut Agus dalam kegiatan sosial masing-masing majelis disarankan mengadakan membantu masyarakat yang paling terdampak pandemi Covid-19, “Dengan membagikan sembako, masker, hand sanitizer, APD, penyemprotan disinfektan ke vihara dan rumah-rumah warga dan lainnya,” terang Agus.

Dijelaskan Perayaan Trisuci Waisak mengenang 3 hal penting, yaitu kelahiran Sidharta Gautama, waktu Sidharta mencapai penerangan sempurna, dan waktu meninggalnya Sang Buddha. Perayaan Trisuci Waisak Permabudhi ditayangkan, Kamis (07/05/2020) Pukul 17.00 – 17.45 WIB di DAAI TV, medsos Permabudhi dengan Doa Waisak oleh YM Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera, Pesan Waisak oleh YM Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera, dan Tuntunan Meditasi oleh YM Bhiksu Andanavira Mahasthavira.

Sementara Pengurus Klenteng Poncowinatan, Gutama Fantoni menyebutkan Klenteng Poncowinatan sebagai milik kita bersama, banyak warga Tionghoa Buddha yang beribadah sendiri dengan protap Covid-19. “Umat Buddha harus menyesuaikan keadaan, taati petunjuk dari Pemerintah. Doa dari rumah juga sama, yang penting niatnya untuk kebaikan,” ucap Fantoni. (R-4)

BERITA REKOMENDASI