UMK 2021 Ditetapkan, Paling Tinggi Kenaikannya Gunungkidul

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2021 untuk empat kabupaten dan satu kota di DIY, pada Rabu (18/11).? Dari beberapa kabupaten/kota di DIY kenaikan UMK di Kabupaten Gunungkidul termasuk yang paling tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain dengan prosentase sebesar 3,81 persen. Keputusan UMK itu dituangkan dalam keputusan Gubernur nomor 340/kep/2020 tentang penetapan upah minimum Kabupaten/Kota tahun 2021.

“UMK kabupaten/kota di DIY sudah ditetapkan pada 18 November atas usulan Bupati atau WaliKota. Tentunya usulan dari Bupati dan Walikota itu muncul atas usulan dari dewan pengupahan di Kabupaten /Kota. Jadi penentuan UMK itu sudah melalui proses cukup panjang dan melibatkan sejumlah stakeholders terkait,”kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Drs K Baskara Aji di Bangsal Kepatihan, Rabu (18/11).

Menurut Baskara Aji, sesuai dengan keputusan yang sudah ada besaran UMK untuk Kota Yogyakarta Rp 2.069.530, Kabupaten Sleman, Rp 1.903.500, Bantul Rp 1.842.460,Kulonprogo Rp 1.805.000 dan Kabupaten Gunungkidul Rp 1.770.000.Adapun untuk besaran prosentase, Kabupaten Sleman mengalami kenaikan UMK sebesar 3,11 persen, Bantul 2,90 persen, Kulonprogo 3,11 persen, Gunungkidul 3,81 persen dan Kota Yogyakarta sebesar 3,27 persen. Dari data tersebut Kabupaten Gunungkidul menjadi Kabupaten yang kenaikan UMK paling tinggi.

BERITA REKOMENDASI