UMKM DIY Diminta Berinovasi dan Konsisten Jalankan Usaha

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Penjualan secara online banyak dipilih masyarakat untuk memasarkan produknya terutama di masa pandemi Covid-19 dengan diberlakukannya kebijakan PPKM Darurat Jawa Bali. Itulah sebabnya, selain kualitas produk, pengiriman barang ke konsumen wajib menjadi perhatian.

Terkait dengan hal itu, Owner AW Collections Wiwid Sofiyanti dan Arif Aryanto membagikan cerita pengalamannya memulai bisnis hijab dan fesyen sejak 201 dengan bermodalkan Rp 314.000. Kini lewat penjualan secara online, dengan selalu meng-update produk baru serta menggencarkan iklan, AW Collections bisa mengirimkan pesanan 1.000 hingga 2.000 pcs dalam sehari.

“Banyak suka dukanya, seperti harus bawa barang banyak pakai motor, belum kalau hujan. Jangan sampai customer terima paketnya rusak, sobek. Customer itu kan beda-beda juga ya karakternya,” ujar Wiwid di Yogyakarta, Selasa (06/07/2021).

Wiwid pun mengakui packaging sangat penting dalam pengiriman barang guna memastikan barang sesuai pesanan dan tiba ke pembeli dengan kualitas yang tidak berkurang. Keduanya mengaku memang mengalami penurunan omzet saat pandemi, tetapi dengan terus berinovasi, mereka bisa bertahan, salah satunya adalah dengan memproduksi masker.

“Syukurlah, kondisi penjualan sudah kembali membaik saat ini. Kami bahkan setidaknya bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 30 orang,” imbuhnya.

Member JNE Loyalty Card (JLC) itu juga menceritakan kepercayaannya menggunakan JNE dan menjadi member JLC. Arif menambahkan dengan menjadi member JLC bisa mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan. Pengalaman mereka, dari poin yang didapat sudah menukar delapan ponsel dan kamera.

“Kami mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang lain untuk dapat memulai usaha. Di era digital saat ini modal bukan hal utama, dalam memulai usaha yang terpenting adalah niat dan konsistensi untuk menjalankannya,” pungkas Arif. (Ira)

BERITA REKOMENDASI