UMKM DIY Harus Miliki Daya Kolaborasi dan Adaptif

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Setidaknya 300 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) DIY yang tergabung dalam SiBakul Jogja mayoritas didominasi kelas mikro saat ini. Untuk itu, Dinas Koperasi dan UKM DIY berupaya mendorong pelaku UMKM di DIY khususnya yang sudah terdata dalam Si Bakul Jogja dengan berbagai skema pembinaan agar naik kelas supaya menjadi UMKM Premium. Pelaku UMKM DIY yang ingin naik kelas ini dituntut memiliki daya kolaborasi dan adaptif terhadap kondisi pandemi Covid-19.

“Kami sudah melakukan pendataan hingga mengklasifikasikan kategori seperti jenis usaha, pembiayaan, produksi, digitalisasi, pemasaran dan sebagainya berdasarkan parameter yang ada dalam SiBakul Jogja. Hal ini akan menjadi materi pengambilan putusan pengambil kebijakan apa yang akan dilakukan dengan pembinaan UMKM agar naik kelas,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di Yogyakarta, Selasa (08/06/2021).

Siwi menyampaikan berbagai skema pembinaan dilaksanakan baik melalui bimbingan teknis, pelatihan, inkubasi bisnis dan lainnya sebagai upaya mewujudkan UMKM DIY naik kelas ini. Melalui berbagai skema pembinaan ini, UMKM DIY diharapkan benar-benar menjadi unggul, tangguh dan andalan Pemda DIY untuk membantu menumbuhkan perekonomian daerah.

“Kita tidak sendiri tetapi berkolaborasi kerjasama lintas sektor maupun dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan skema pembinaan tersebut, salah satunya inkubasi bisnis. UMKM DIY tetap harus bertransformasi dari hulu ke hilir mulai dari produksi hingga pemasaran, apalagi akibat pandemi Covid-19 ini UMKM paling banyak membutuhkan pasar,” tuturnya.

Melihat kebutuhan UMKM DIY ini, Siwi menyatakan UMKM DIY harus mampu mempunyai apa yang dibutuhkan pasar atau market oriented sehingga UMKM dituntut mengetahui kemauan konsumen saat ini. Sebab daya juang dan daya saing UMKM DIY sudah tidak perlu diragukan lagi, kini tinggal ditingkatkan daya kolaborasi dan adaptasi model bisnisnya di masa pandemi sekarang.

“Pemda DIY sudah fasilitasi bebas ongkos kirim (ongkir) di SiBakul Jogja yang secara tidak langsung ada pembelajaran didalamnya. Sebab kita ingin UMKM DIY benar-benar bisa naik kelas menuju Premium terutama dari sisi asset dan omset,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI