UNBK SMA Hari Pertama di SMA 3 Yogyakarta Lancar

YOGYA, KRJOGJA.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA 3 Yogyakarta dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (01/04/2019) ditinjau secara langsung oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) DIY. Dalam tinjaun tersebut , SMA 3 mendapat penilaian yang bagus dalam mengikuti peraturan UNBK. 

"Hasil tinjauan kami di SMA 3 berjalan dengan baik, siswa tidak ada yang terlambat dan siswa juga tidak mengalami masalah dalam pengerjaanya," kata Peninjau LPMP Ni Ketut Daswati.

Menurut Deswati tidak mendapat hambatan dalam mata pelajara Bahasa Indonesia di sesi pertama. Itu artinya kisi-kisi yang guru berikan kepada siswa sudah sesuai dengan dipelajari. 

BACA JUGA :

Mau Lulus Ujian Nasional dengan Nilai Bagus?, Ikuti Tipsnya

Dari pantauan krjogja.com di lapangan, peninjauan UNBK dimulai sejak para siswa akan memasuki ruangan laboratorium."Disesi pertama ini kan mulai dari jam 7:30 sampai jam 9:30 WIB, saya lihat dari cara berpakaian siswa sampai barang milik siswa diperhatikan dengan baik oleh sekolah, sehingga penilaian saya terhadap SMA 3 sangat baik karena menjalankan prosedur UNBK," katanya.

Daswati menambakan, peninjauan yang dilakukan di SMA 3 Yk, pihaknya memantau dari luar ruang mengelilingi laboratorium dimana siswa melangsungkan UNBK. karena pada proses ujian sendiri memiliki aturan bahwa ruangan harus steril. 

Hal senada juga diungkapkan Zada siswa peserta UNBK di SMA 3 yang telah mengikuti sesi pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Zada mengaku tidak mendapat kesulitan dalam pengerjaan soal, apalagi menurutnya soal yang dikerjakan hanya pilihan ganda. " Alhamdulilah lancar yah. Enggak ada halangan saat mengerjakan dari waktunya juga cukup kalau buat saya mah," katanya kepada krjogja.com.

Informasi baru yang diperoleh krjogja.com, hasil peninjaun hari ini, SMA 3 memiliki satu siswa kebutuhan khusus yang akan ikut ujian di sesi ketiga siang nanti. Menurutnya siswa tersebut mendapatkan bantuan dalam mengerjakan soal yang terdapat gambar dan grafik.

"Siswa ini tetep mengerjakan soalnya dengan softwere namun yang sudah terinstal teks lalu berubah menjadi audio. Namun untuk grafis dan gambar, siswa ini akan mendapat pendampingan dari sekolah dan sekolah sudah mengajukan permohonan izin kepada panita tinggat provinsi untuk menggunakan softwere tambahan," katanya. (ive)
 

BERITA REKOMENDASI