Upah DIY Murah, Buruh Lakukan Topo Pepe di Titik Nol Kilometer

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Buruh dari berbagai elemen di Yogyakarta menggelar laku budaya topo pepe di titik 0 kilometer, Senin (02/11/2020) siang. Mereka memprotes upah murah di DIY yang kembali diberlakukan untuk tahun 2021.

Irsyad Ade Irawan, Sekjen DPD KSPSI DIY mengatakan para buruh sudah begitu jengah dengan keputusan pemerintah daerah terkait upah minimun tiap tahun yang begitu rendah. Berbagai macam cara sudah ditempuh namun tak juga membuat pemerintah daerah mengakomodasi keinginan buruh agar upah naik sesuai standar hidup layak di DIY.

“Kami akhirnya sampai titik kecewa hampir putus asa, melakukan topo pepe untuk meminta Sultan menaikkan upah buruh yang terbilang sangat murah. Keputusan Gubernur DIY meski menaikkan 3,54 persen namun jumlahnya masih sangat sedikit, jauh dari survei hidup layak di DIY,” ungkap Irsyad pada wartawan.

Para buruh melakukan topo pepe selama satu jam di simpang empat 0 kilometer. Mereka duduk bersila di tengah jalan sembari melantangkan doa-doa yang berisi luapan ungkap di hati.

“Kami secara tulus meminta Sultan menasihati Gubernur DIY sebagai bentuk mewujudkan tahta untuk rakyat, yakni gubernur harus memberikan upah sesuai standar kualifikasi hidup layak. Topo pepe ini wujud protes dan keprihatinan kami atas upah murah. Kami minta Gubernur DIY mewujudkan tekad memerangi kemiskinan dan ketimpangan sosial,” tegas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI