Update Gunung Merapi, Kawah Stabil, Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi. Menurut Kepala Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Dr Hanik Humaida, dalam minggu ini (7-13 Februari 2020) kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa letusan, 15 kali gempa hembusan (DG), 9 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 103 kali gempa fase banyak (MP), 77 kali gempa guguran (RF), 42 kali gempa low frekuensi (LF) dan 17 kali gempa tektonik (TT).

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu,” terang Hanik dalam keterangan tertulis, Jumat (14/2).

Kemudian untuk kubah lava, menurut Hanik, dalam kondisi stabil. Volume kubah lava berdasarkan analisis foto udara dengan drone pada 12 Februari 2020 sebesar 407.000 m3. Pertumbuhan kubah lava relatif konstan dibanding dengan data pengukuran pada 19 November 2019. Sedangkan analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor Tenggara tidak dapat dilakukan karena tertutup kabut. “Kondisi kubah lava saat ini stabil,” tandasnya.

Untuk deformasi Gunung Merapi yang dipantau menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini, menurut Hanik, tidak menunjukkan perubahan signifikan. Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi hari, sedangkan siang hingga malam hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah, dengan tinggi asap maksimum 400 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 13 Februari 2020 pukul 08.10 WIB. “Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dan runtuhnya kubah lava serta lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif,” ujarnya.

Dengan tingkat aktivitas Gunung Merapi, masih tetap di level II ‘Waspada’, pihak BPPTKG merekomendasikan kepada para pemangku kepentingan bahwa radius 3 km dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian. Masyarakat di sekitar alur Kali Gendol agar meningkatkan kewaspadaan. Guguran lava dan awan panas berpotensi menimbulkan hujan abu, sehingga masyarakat di sekitar diimbau untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik. Masyarakat juga diimbau agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi.

Menurut Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, saat ini Gunung Merapi masih berstatus level 2 atau ‘Waspada’ sejak 21 Mei 2018. Pada level tersebut, PVMBG merekomendasikan warga atau pengunjung tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tiga kilometer dari puncak. Warga juga diharapkan untuk mampu mengantisipasi potensi abu vulkanik, awan panas maupun letusan eksplosif. Di samping itu, PVMBG mencatat potensi bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Demikian juga, potensi bahaya lahar, khususnya apabila terjadi hujan di sekitar puncak gunung. (Dev/Sal)

BERITA TERKAIT