UPNVY Dukung UMKM Jogja Sadar Branding dan HKI

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) galakkan sadar Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Merek Dagang dan Branding pada Komunitas UMKM di Yogyakarta melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Bersama dengan Kumpulan Usaha Jogja Istimewa (Kompak Jogis) dan Forkom Karya Manunggal, UPNVY menggelar beberapa pertemuan penyuluhan dan pendampingan di Balai RW 11 Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta, Rabu, (07/08/2019).

Upaya ini dilakukan sebagai respon terhadap rendahnya kesadaran para pengusaha UKM untuk mendaftarkan merek dagang dan jasanya, sehingga akhirnya produk-produk usaha UKM seringkali dijual tanpa merek dan diperjual belikan kembali dengan menggunakan merek dagang dan jasa pihak ke tiga. Hal ini tentu sangat merugikan bagi para pengusaha UKM karena mereka tidak mendapatkan nilai tambah dari produk yang diperjualbelikan. Dari segi pemasaran, pelaku UMKM banyak yang masih belum optimal mem-branding produknya dengan terkonsep dan konsisten, sehingga masih kurang dikenal luas di pasaran.

Melalui kegiatan ini, pelaku usaha diberikan sosialisasi HKI Merek Dagang dan optimalisasi branding. Pengabdian ini bertujuan untuk memberi kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya perlindungan HKI merek dagang dan branding produk, mengingat pesatnya persaingan di dunia perdagangan.

Tahap pertama yaitu penyuluhan dan pendampingan bertajuk "Selayang Pandang HKI: Merek Dagang" yang disampaikan oleh narasumber Ari Wijayani dan Ninik Probosari berisi materi merek dagang, prosedur pendaftaran hingga pendampingan penelusuran merek. Tahap kedua adalah penyuluhan dan pelatihan materi tentang optimalisasi strategi branding di media sosial yang disampaikan oleh Kartika Ayu, dosen UPNVY, terdiri dari rangkaian pemanfaatan media sosial yang tepat, penentuan target audience, positioning product, konsep hingga pelatihan foto produk.

Antusiasme peserta pelatihan ini menunjukkan bahwa UMKM yang mayoritas terdiri dari ibu-ibu dan produknya sebagian besar adalah kuliner memiliki harapan besar untuk tumbuh menjadi UMKM yang mandiri. Serta dengan strategi branding yang tepat, produk-produk  UMKM di Yogyakarta lebih dikenal masyarakat luas, dan berujung pada peningakatan kesejahteraan bagi para pelaku UKM. (MG 19)

BERITA REKOMENDASI