UPT Malioboro Dituntut Optimalkan Ketugasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY menekankan perlu adanya upaya bersama dengan mengoptimalkan ketugasan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro dalam menjaga kebersihan dan ketertiban di kawasan ini. Sebagai leading sector, UPT Malioboro mempunyai otoritas sangat kuat dalam mendinamisasi dan membangun jejaring dengan komunitas yang ada kawasan tersebut.

Paniradya Pati DIY Beny Suharsono mengatakan, dari sisi pelaksanaan pemeliharaan kawasan Malioboro, sebenarnya sudah diserahkan kepada UPT Malioboro di bawah Pemkot Yogyakarta yang dibackup penuh melalui Dana Keistimewaan (Danais). Karena itu menjaga marwah sumbu filosofi, sehingga tinggal UPT Malioboro membangun jejaring dengan komunitas yang ada di wilayah itu. Termasuk Jaga Warga yang bisa dioptimalkan dalam menjaga dan melaksanakan ketertiban serta kebersihan sepanjang Jalan Malioboro tersebut.

Baca juga :

Memasuki Pancaroba, Diare dan ISPA Mengintai
Mengenal 14 Karakter Wayang Kapi

"Ada lembaga yang diberikan tugas jadi upayanya mendorong UPT Malioboro lebih maksimal lagi melaksanakan ketertiban dan kebersihan di kawasan Malioboro. Supaya tidak ada lagi campur tangan maupun lempar tanggung jawab apabila terjadi masalah kebersihan, kerusakan dan sebagainya," ujar Beny.

Beny menegaskan, UPT Malioboro itu didesain untuk melayani semua aktivitas yang ada di sepanjang kawasan tersebut. Jadi, ketugasan UPT Malioboro tersebut harus dipertegas kembali karena backup-nya total dari Pemda DIY karena termasuk bagian dari sumbu filosofi.

"Sebetulnya kami sepakat suatu aktivitas bisa dilakukan bersama-sama atau keroyokan, tetapi tetap harus ada leading sectornya supaya ada yang bertanggung jawab. Tanggungjawabnya sudah jelas diamanatkan kepada UPT Malioboro yang punya otoritas sangat kuat mendinamisir kawasan Malioboro," tandasnya.

Menurut mantan Sekwan DPRD DIY ini, memang dibutuhkan lembaga khusus sebagai pengelola apabila arah sumbu filosofi, termasuk didalamnya kawasan Malioboro menjadi 'world heritage'. Lembaga khusus baik yang bersifat adhoc atau permanen, tetapi memang harus ada otorita yang mengawal sumbu filosofi kedepannya.

"Kami sudah meluncurkan program 'Reresik Tri Dharma Gumregah Malioboro Ora Nyampah' dalam menyikapi kebersihan, kerapian dan keindahan di Malioboro. Tri Dharma selaku organisasi turun tangan dan berupaya menjaga kebersihan di kawasan Malioboro dengan mengerahkan armada dan petugas kebersihan untuk pengangkutan sampahnya sehingga membantu tugas UPT Malioboro dalam menjaga Malioboro," ungkap Pengawas dan Penasihat Koperasi Paguyuban PKL Malioboro Tri Dharma Rudiarto.

Melalui gerakan ini diharapkan bisa memotivasi seluruh komunitas yang ada di Malioboro termasuk pengunjung untuk bisa menjaga kebersihan di kawasaan Malioboro. Pihaknya mengerahkan dan melibatkan ibuibu Srikandi Tri Dharma yang akan selalu menjaga kebersihan kawasan Malioboro dengan aksi bersih-bersih sampah setiap Jumat sore kedepannya. Setiap kelompok akan disediakan kantong plastik yang jika sudah terkumpul akan diangkut petugas kebersihan. (Ira)

BERITA REKOMENDASI