Usaha Karaoke akan Distandarisasi dan Disertifikasi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Usaha jasa karaoke sebagai bagian dari industri pariwisata akan distandarisasi dan bersertifikat. Hal itu untuk memberi jaminan pelayanan prima kepada konsumen sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 16 Tahun 2014 tentang standar usaha karaoke.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata, DIY Ir Aris Riyanta MSi, tujuan standarisasi dan sertifikasi usaha jasa karaoke, tak lain untuk meningkatkan pelayanan serta produktifitas usaha. Aturan ini sudah seharusnya disambut baik para pengusaha jasa karaoke. Karena dengan standar pelayanan jasa karaoke yang jelas, persaingan usaha menjadi sehat. Hal penting lainnya, konsumen terpuaskan, sehingga menjadi repeater (datang kembali).

"Pengunjung yang merasa puas dengan keramahan dan pelayanan selama berkaraoke pasti akan merekomendasikan kepada teman yang lain dan itu baik untuk bisnis ini," terang Aris disela 'Sosialisasi Usaha Jasa Karaoke' di Hotel Burza, Jogokariyan Yogyakarta, Rabu (14/09/2016).

Drs Gozali Djamal MM dari Komisi Otorisasi Sertifikasi Usaha Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan, usaha karaoke adalah usaha yang menyediakan tampat dan fasilitas menyanyi dengan atau tanpa pemandu. Ada tiga kriteria yang menjadi pedoman penilaian sertifikasi usaha karaoke yakni aspek produk, pelayanan dan pengelolaan.

Untuk standar produk mencakup unsur ruang menyanyi, fasilitas penunjang seperti toilet, ruang tunggu serta kelengkapan bangunan seperti papan nama dan fasilitas parkir yang memadai. Sedangkan standar pelayanan mencakup unsur prosedur operasional standar (SOP) termasuk pencegahan keadaan darurat (kebakaran), keamanan serta penanganan keluhan pengunjung. Kemudian standar pengelolaan meliputi organisasi, manajemen, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana.

Kasi Standarisasi Dinas Pariwisata DIY Jufri menambahkan, meskipun Permen No 16 tahun 2014 tersebut telah berlaku sejak 22 Juli lalu, namun untuk usaha karaoke berskala kecil masih diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan. "Saat ini kami terus melakukan sosialisasi, bimbingan dan pengawasan mengenai aturan tersebut," katanya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI