Usai Banjir, Beban Hidup Semakin Berat

Editor: KRjogja/Gus

Sebulan sudah banjir dahsyat merendam sejumlah wilayah di Bantul. Kehidupan warga bahkan sudah terlihat pulih  kembali dengan kesibukan  masing masing. Namun siapa sangka peristiwa alam tersebut hingga kini masih menyisakan beban derita sebagian warga. Mereka kini sangat berharap pemerintah Kabupaten Bantul segera mengambil tindakan untuk memberikan perhatian. Kondisi pelik itu pula yang sekarang membekap kehidupan Marsudi Suprapto warga Dusun Sungapan Desa Sriharjo  Kecamatan Imogiri Bantul.

Kepada KR, Selasa  (26/12)  lelaki 74 tahun  mencurahkan isi hatinya paska banjir merobohkan rumahnya. Dijelaskan, setelah dapur rumahnya roboh dihajar banjir hingga kini masih bingung langkah apa yang mesti diambil.  Disatu sisi ingin segera rumahnya dibangun, namun minimnya finansial jadi semua berat dilakukan.  "Saya tidak bisa berfikir lagi, tetapi nurani saya ingin agar bisa segera  membangun, persoalannya saya tidak punya uang ," ujar lelaki bercucu enam ini lirih.  Bagi Marsudi musibah yang terjadi akhir bulan lalu sudah memutar balikkan hidupnya.

Rumah sederhana yang dibangun dengan perasan keringat sebagai buruh tani lenyap dalam sekejap. Sementara pemerintah yang selalu ditunggu untuk memberikan semangat hingga kini belum datang.  Dalam kondisi sulit, Marsudi berharap bantuan dari bupati Bantul atau dari pemerintah daerah. "Kami berharap Pak Bupati membantu, karena apa yang saya alami sekarang jad sangat berat," kata Marsudi. Setelah banjir merobohkan rumahnya, sebenarnya Marsudi sangat berharap pemerintah kecamatan dan kabupaten mengambil tindakan. “Sebagai rakyat sebenarnya kehadiran dari pemerintah cukup jadi penyemangat menghadapi bencana," ujarnya. 

Sementara Kepala Dusun Sungapan Sriharjo Imogiri, Warsono Teko didampingi Ketua RT 04 Gimin mengatakan, untuk kebutuhan logistik setelah banjir memang sudah cukup. Namun khusus penanganan rumah roboh sejauh ini belum ada. "Sebagai orang yang dituakan di Sungapan terus terang bingung, rakyat saya rumahnya rusak sangat berat. Tetapi saya sendiri belum bisa berbuat banyak ," ujar Warsono Teko. 

Sebagai seorang pemimpin dilevel dusun Warsono Teko sangat sedih melihat kondisi warganya. Oleh karena itu Warsono Teko tidak segan-segan minta dermawan yang berkenan memberikan bantuan kepada Marsudi yang rumahnya roboh di terjang banjir. (Sukro Riyadi)

 

BERITA REKOMENDASI