Usai Grebeg Besar, Keraton Yogyakarta Kurban Sapi Limosin

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Usai perayaan Hajad Dalem Garebeg Besar 1440 H, selanjutnya Abdi dalem Pangulon Yogyakarta menyembelih kurban sapi jenis Limosin. Waktu penyembelihan kurban menyesuaikan kalender Sultan Agung. Kenapa?

Wedono Ngabdul busairi Abdi Dalam Pangulon, mengatakan, penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah perayaan gerebek gunungan selesai. "Kenapa kok menyembelihnya habis gunungan dirayakan? Sebenarnya Itu sudah ada dan menjadi adat sejak HB 1 sampai HB X, sehingga menjadi turun temurun,"kata Wedono ketika ditemui wartawan. Senin (12/08/19).

Menurutnya, tradisi penyembelihan hewan saat Idul Adha di Kraton Pangulon Yogyakarta dilakukan berdasarkan penanggalan dari Sultan Agung. "Antara jatuhnya tanggal dari kalender Sultan Agung dan Nasional itu tidak menjadi masalah. Balik lagi karena sudah turun temurun," jelasnya.

Wedono menjelaskan, setelah gunungan rampung (selesai diperebutkan), pihaknya menyiapkan penjagal serta penyembelih. Masing-masing tugas dikerjakan oleh satu orang. "Nanti penjagalnya itu masih dari abdi dalam, sedangkan penyembelihnya seorang rois," ungkapnya.

Sebelum hewan di sembelih, pihaknya juga menyiapkan sajen dan ritual doa. Pantauan krjogja. Sajen tersebut berisi belacu, sekarkonyoh ( melati, mawar), lawih, dan air putih yang nantinya di oleskan kepada leher hewan sebelum disembelih.

Setelah hewan disembelih, ada beberapa bagian yang diberikan kepada keraton. Rencananya daging kurban dibagi ke 500 abdi dalem yang ada di Keraton Yogyakarta.

"Seperti lidah, otak, hati dan buntut itu kembali lagi ke keraton, sisanya akan dikemas untuk abdi dalam yang ada di Yogya," terangnya. (Ive)

 

 

BERITA REKOMENDASI