Usulan Kurikulum Darurat Dikhawatirkan Bebani Siswa dan Guru

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Adanya usulan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar pemerintah untuk membuat kurikulum darurat untuk diterapkan pada pembelajaran jarak jauh (PJJ) membutuhkan kajian mendalam. Bukan sebaliknya membuat kurikulum darurat yang dikhawatirkan justru akan membebani siswa atau guru.

“Kalau menurut saya kurikulum yang saat ini ada sudah cukup, jadi tidak perlu membuat kurikulum darurat. Karena pembuatan kurikulum darurat selain belum tentu efektif juga membutuhkan waktu lama. Untuk itu yang penting dan perlu dilakukan adalah bagaimana guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, tanpa terlalu membebani mereka dengan banyak tugas,” kata Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Sudarto SPd MT.

Sudarto mengungkapkan, keputusan pemerintah untuk melakukan pembelajaran online, perlu diimbangi peningkatan kualitas dan kompetensi guru. Dengan begitu, mereka diharapkan jadi termotivasi untuk terus belajar dan memberikan layanan terbaik bagi siswa. Apabila hal itu bisa diwujudkan capaian target dalam kurikulum diharapkan bisa terpenuhi.

“Saya kira wajar jika masih ada siswa atau orangtua yang perlu menyesuaikan diri dengan model pembelajaran online. Meski dalam pelaksanaannya masih ditemukan sejumlah kendala, tapi dalam masa pandemi Covid-19, pembelajaran online tetap yang terbaik,” ungkap Sudarto. (Ria/War)

BERITA REKOMENDASI