Usung Dua Petahana dan Rektor UNY, PKS Optimis Sapu Bersih Pilkada di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasang target sapu bersih pilkada serentak di tiga kabupaten wilayah DIY. Dengan mengusung dua petahana di Bantul dan Sleman serta seorang rektor sebagai calon bupati, PKS optimis target memenangkan pilkada beserta partai-partai koalisi dapat tercapai.

PKS telah mengusung dan mengamanatkan surat rekomendasi kepada Suharsono – Totok Sudarto untuk maju Pilkada Bantul, Sri Muslimatun – Amin Purnomo di Sleman dan Sutrisna Wibawa – Ardi Widianto di Gunungkidul. Seperti diketahui, Suharsono merupakan Bupati Bantul incumbent, demikian juga Sri Muslimatun yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati Sleman, sedangkan Sutrisna Wibawa merupakan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ketua DPW PKS DIY, M Darul Falah menegaskan PKS di daerah ini merupakan partai dengan suara terbanyak nomor dua dalam pileg 2019. Kekuatan ini dinilai sebagai modal besar bagi PKS untuk mengantarkan calon yang diusungnya menduduki kursi bupati dan calon bupati.

“Kami optimis mampu menang di tiga pilkada. Melihat hasil survei yang dilakukan, ketiga paslon itu semuanya unggul dibanding kandidat lainnya,” ucapnya,” jelas Darul Falah usai rapat koordinasi nasional dan pemenangan pilkada serentak yang digelar secara virtual di kantor DPW PKS DIY, Sabtu (29/08/2020).

Menurut Darul Falah, proses pencalonan paslon di DIY sudah final dengan turunnya SK DPP. Ia menegaskan PKS dalam menentukan calon yang diusung sangat mempertimbangkan kapasitas dan kredibilitas.

“Mereka bertiga calon bupati yang jelas sudah teruji kapasitas dan kemampuannya. Ini kita lakukan supaya nantinya jika paslon yang kita usung menang, mereka benar-benar dapat memberikan yang terbaik bagi daerah yang dipimpinnya,” tegasnya.

Sutrisna Wibawa dalam kesempatan ini menyatakan kesiapannya bertarung dalam Pilkada Gunungkidul. Ia menegaskan potensi yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sangat besar dan harus dikembangkan untuk memajukan masyarakatnya.

Terkait pengunduran diri dari jabatan Rektor UNY dan aparatur sipil negara (ASN), Sutrisna Wibawa menegaskan hal itu akan segera dilakukannya. Sesuai peraturan pemerintah tentang ASN, pengunduran diri dilakukan setelah dinyatakan sebagai calon tetap oleh KPU.

“Pada jadwal tanggal 23 September itu penetapan, sehingga tanggal 22 otomatis saya melakukan penguduran diri disertai SK KPU. Saya rasa sama seperti ASN yang menjadi anggota legislatif maupum bupati maupun gubernur,” ungkapnya.

Sementara itu Sri Muslimatun tak merasa khawatir jika nantinya dalam pertarungan pilkada akan muncul adanya isu gender. “Kita sebagai manusia akan berusaha dan berihtiar, tentu dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI