Vaksin Sinovac Aman, Masyarakat Diminta Tak Ragu

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pengumuman terbuka yang disampaikan Bupati Sleman Sri Purnomo yang menyatakan dirinya terkonfirmasi positif Covid-19 menggegerkan publik. Hal itu lantaran Sri Purnomo termasuk penerima Vaksin Covid-19 (Sinovac) pada 14 Januari kemarin. Publik menjadi bertanya-tanya tentang kemanjuran vaksin tersebut, atau justru vaksin menjadi penyebab Sri Purnomo tertular Covid-19.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Alergi dan Imunologi RSUP Dr Sardjito, dr Deshinta Putri Mulya MSc SpPD mengatakan Vaksin Covid-19 diberikan agar tubuh memiliki antibodi yang akan melawan jika ada Virus Corona jenis baru ini masuk ke tubuh. Menurutnya, Vaksin Sinovak ini berisi virus yang sudah dimatikan sehingga tidak punya kemampuan bereplikasi dan hampir tidak mungkin menyebabkan orang terinfeksi.

Dijelaskan Deshinta, vaksinasi ini mencontoh infeksi alami dimana tubuh akan membentuk antibodi. Ketika virus-virus yang sudah dimatikan masuk ke tubuh, butuh masa inkubasi sampai muncul gejala. Pada minggu kedua akan terbentuk Immunoglobulin yang akan memproteksi tubuh dari virus.

“Jadi antibodi baru mulai terbentuk pada minggu kedua setelah orang divaksin, sebelum antibodi terbentuk, orang masih mungkin tertular Covid-19. Tapi bukan vaksin penyebab orang terinfeksi Covid-19,” ujar Deshinta dalam Focus Group Discussion (FGD) daring bertema ‘Optimalisasi Vaksinasi dan PTKM yang diselenggarakan oleh SKH Kedaulatan Rakyat (KR) bekerja sama dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jumat (22/01/2021).

Menurutnya tujuan vaksinasi Covid-19 ada dua, yakni agar orang jangan sampai tertular Covid-19. Selain itu jika sampai tertular, tidak menyebabkan sakit yang berat/parah.

Deshinta juga mengingatkan masyarakat vaksinasi tujuannya memperkuat protokol kesehatan, bukan menggantikannya. Sehingga meskipun sudah divaksin tetap harus menjalankan prokes dengan displin, memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. “Jangan ada keraguan dan jangan takut divaksin karena vaksinasi aman dan untuk memutus rantai penularan Covid-19,” katanya.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, dirinya divaksin pada Kamis (14/01/2021) melalui serangkain pemeriksaan seperti cek tensi, gula darah. Awal gejalanya adalah hidung mampat dan pegal di persendian pada hari Senin (18/01/2021) namun masih menyempatkan olahraga.

Karena keluhan tadi bisa diatasi, Sri Purnomo masih berkegiatan dinas pada Selasa (19/01/2021), tapi malam harinya batuk dan suhu tinggi. Esok harinya masih sempat ke kantor tapi kemudian pulang istirahat ke rumah dinas pada siang harinya. Setelah menjalani swab antigen, hasilnya reaktif, kemudian dilanjutkan swab PCR dan dinyatakan positif Covid-19, Kamis (21/01/2021) pagi.

Selanjutnya Sri Purnomo menjalani rontgen dada atau rontgen thorax di RSUD Sleman dan hasilnya bagus. Karena merasa tubuhnya sehat maka Sri Purnomo memilih isolasi mandiri di rumah dinas. Sri Purnomo berharap, meskipun nanti telah dinyatakan negatif Covid-19, dirinya bisa menuntaskan vaksinasi yang kedua. (Dev)

BERITA REKOMENDASI