Vaksin Sinovac Tiba Hari ini di DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sebanyak 25.340 dosis vaksin Sinovac tahap pertama dijadwalkan tiba di DIY, Selasa (05/01/2021) hari ini. Vaksin yang akan disimpan di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY tersebut bakal segera disuntikkan kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan personel penunjang di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di DIY sebagai target pertama sasaran vaksinasi yang dimulai 14 Januari 2021 mendatang.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan vaksinasi Covid-19 di DIY akan dibagi menjadi empat tahap dengan jumlah total mencapai 2.605.179 dosis. Tahap pertama maksimum 26.624 dosis tetapi baru terdata 25.340 dosis dengan sasaran nakes, sisanya menyusul dikirimkan. ”Sudah disiapkan semuanya termasuk sistem distribusinya ke daerah sampai ke penerima,” kata Sultan.

Sultan menuturkan vaksinasi tahap kedua 555.290 dosis dengan sasaran pelayan publik dan lanjut usia (lansia), tahap ketiga 995.353 dosis dengan sasaran masyarakat rentan dan tahap keempat 1.067.912 dosis dengan sasaran pelaku ekonomi, esensial dan masyarakat lainnya. ”Kami pun telah melakukan pelatihan 301 nakes sebagai vaksinator sejak 30 November hingga 3 Desember 2020. Sementara yang kita butuhkan total 1.313 vaksinator,” tandasnya.

Dijelaskan, target vaksinator yang dilatih 1.313 orang terdiri 363 vaksinator dari Puskesmas dan 950 vaksinator dari rumah sakit. Sedangkan jumlah tempat pelayanan vaksinasi yang disiapkan 121 Puskesmas dan 14 RS. Sasaran vaksinasi Covid-19 nakes di DIY terdata total 36.533 orang per Januari 2021.

”Sebanyak 31.255 nakes di Jawa Tengah akan menjadi sasaran vaksinasi tahap pertama. Para petugas penunjang kesehatan lain seperti sopir ambulans hingga petugas pemulasaran jenazah juga menjadi prioritas,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Yulianto Prabowo di Semarang.

Tahap pertama vaksin yang datang di Jateng 62.560 dosis vaksin Sinovac. ”Nantinya satu orang akan mendapat vaksin dua kali, sehingga tahap pertama ada 31.255 orang yang divaksin. Proses vaksinasi direncanakan mulai 14 Januari nanti,” tutur Yulianto.

Meski begitu, tidak semua nakes dan tenaga penunjang kesehatan akan divaksin pada tahap pertama, karena ada sejumlah pantangan yang tidak boleh diberikan vaksin Sinovac ini. Mereka yang tidak boleh divaksin adalah yang berusia di atas 59 tahun, memiliki komorbid seperti diabetes, jantung dan lainnya serta pernah terinfeksi Covid-19. Vaksin ini juga tidak boleh disuntikkan pada wanita hamil atau menyusui.

“62.560 dosis vaksin Sinovac yang telah tiba di Semarang akan segera didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Jateng. Saat ini Dinkes Jateng sedang melakukan pendataan dan pelengkapan administrasi serta pengecekan-pengecekan. Vaksin akan kami bagi habis ke seluruh kabupaten/kota. Jadi semuanya dapat, dengan jumlah yang tidak sama,” kata Yulianto.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfhi memperintahkan Brimob melakukan penjagaan vaksin Covid-19 yang baru tiba dari Jakarta di Semarang. Vaksin itu sebelum didistribusikan dengan penjagaan ekstra ketat, termasuk dari Polrestabes Semarang, disimpan di Gudang Farmasi Dinkes Jateng. Di Jakarta, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, vaksin Sinovac belum boleh disuntikkan meski sudah mulai didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Penny, vaksin Sinovac belum mendapat izin penggunaan darurat atau EUA karena sedang dalam proses. “EUA masih berproses, tetapi vaksin sudah diberikan izin khusus untuk didistribusikan karena membutuhkan waktu untuk sampai ke seluruh daerah target di Indonesia,” kata Penny Lukito. (Ira/Ria/Bdi/Cry/Ati/Sim)

BERITA REKOMENDASI