Vaksinasi di “Tempat Kerja”, Penjual Jadah Bakar Malioboro Doakan Wisatawan Ramai Lagi

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Dadan (38), seorang penjual jadah bakar keliling warga Tasikmalaya yang kini tinggal di Sayidan Gondomanan begitu antusias datang ke Pasar Sore Beringharjo, Kamis (14/10/2021) pagi. Ia menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua, yang beberapa waktu lalu tampaknya harus diikhlaskan tak dilakukan karena harus mengais rejeki.

Satu bulan silam, Dadan menjalani vaksinasi tahap pertama di Tasikmalaya, saat ia dipaksa pulang kampung karena kebijakan PPKM. Namun, karena situasi mulai membaik maka ia memutuskan kembali ke Yogyakarta untuk mencoba berdagang jadah bakar yang telah dilakukan sejak 2004 silam.

“Sebenarnya ya sudah ikhlas tidak ikut dosis dua di Tasik karena kembali ke Yogya untuk berjualan. Kebetulan hari ini dikasih tahu teman-teman pedagang ada vaksinasi, bisa untuk dosis dua yasudah saya ikut. Ya mumpung ada, saya sambil berangkat jualan sekalian,” ungkap penjual yang biasa berkeliling di Malioboro dan Beringharjo ini.

Dadan bukan satu-satunya pedagang yang divaksin hari ini. Ia pun menyematkan harapan agar Malioboro, tempatnya mengais rejeki bisa kembali ramai wisatawan dengan tetap aman dan seluruh warganya sehat.

“Kan ada aturan pedagang Malioboro ini harus sudah vaksin dosis dua, ya saya ikut agar aman bisa berjualan. Mudah-mudahan wisata Malioboro ramai lagi lah, biar bisa lancar rejekinya,” tandas dia.

Benar saja, petugas vaksinasi dari BIN DIY dan Poltekes Kemenkes datang menjemput bola mendekat ke warga Malioboro. Mereka mendatangi satu per satu pedagang asongan, penarik becak, pedagang oleh-oleh yang belum tervaksin.

AKBP Sugiyono, Koordinator Vaksin Door To Door BIN DIY menyebut pihaknya akan terus bergerak hingga seluruh warga yang berada di DIY bisa tervaksin dan tercipta kekebalan komunal. Hari ini, BIN DIY menyediakan 120 dosis menyasar warga kawasan Malioboro yang terlewatkan vaksinasi sebelumnya.

“Kami layani dosis pertama dan kedua. Bagi masyarakat Malioboro yang belum tervaksin kita layani. Harapannya kami bisa mengejar percepatan vaksinasi pada pedagang asongan, penarik becak di Malioboro untuk menciptakan suasana aman dan nyaman di lokasi wisata ini. Kami akan laksanakan sampai DIY benar-benar selesai, harapannya akhir Desember bisa usai,” ungkapnya di sela vaksinasi.

Sementara pemerintah telah mengumumkan perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 1 November 2021 untuk Jawa dan Bali, dan sampai 8 November 2021 di wilayah luar Jawa Bali. Meski situasi pandemi COVID-19 masih terkendali, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan PPKM, termasuk dalam penentuan level kabupaten kota.
Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Senin (19/10/2021). Ia juga menyebutkan bahwa kasus konfirmasi harian yang rendah turut membuat kasus aktif nasional dan di Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan.

Kasus konfirmasi di Indonesia dan di Jawa-Bali masing-masing tercatat telah turun hingga 99% dari level tertinggi pada 15 Juli 2021. Kini, hanya tersisa kurang dari 20.000 kasus aktif secara nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa dan Bali.
Situasi yang terus membaik ini juga tercermin dari penurunan kasus kematian di beberapa provinsi di Jawa dan Bali yang bahkan telah mencapai nol kematian akibat COVID-19.

“Tingkat kematian yang rendah dapat dijaga bila diiringi dengan peningkatan capaian vaksinasi lansia di Jawa dan Bali yang terus meningkat. Hal ini sejalan dengan kebijakan menjadikan cakupan vaksinasi lansia sebagai salah satu asesmen untuk penurunan level PPKM suatu wilayah,” ungkap Menkominfo Johnny. (Fxh/Git)

BERITA REKOMENDASI