‘Virtual Hotel Management’ Dibidik Dispar DIY

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY melakukan monitoring terhadap bisnis 'virtual hotel management' yang saat ini mulai merebak di Yogyakarta. Pendataan juga sudah dilakukan dan langsung diserahkan ke kabupaten/kota untuk segera ditindaklanjuti.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo meminta kepada semua pihak untuk patuh pada regulasi. Termasuk yang ingin berbisnis di industri perhotelan. Mulai dari spesifikasi atau sertifikasi hotel harus diperhatikan. Apakah bangunan tersebut masuk kategori hote, homestay atau pondok wisata. 

"Semuanya harus patuh pada regulasi. Jangan sampai menyalahi aturan. Bagaimana hotel atau homestay itu didiriman, tentu ada regulasi yang harus dipatuhi. Seperti perizinan harus taat," katanya, Selasa (17/12/2019). 

Dispar DIY juga sudah melakukan pendataan apakah masih ada hotel atau hal sejenis yang belum berizin. Data-data tersebut langsung didistribusikan kepada kabupaten/kota agar segera ditindaklanjuti. Seperti diberikan pembinaan hingga pengawasan. Karena memang kewenangannya ada di kabupaten/kota. Termasuk dalam hal pemberian sanksi. 

"Tentu tidak langsung ditutup. Tapi ada peringatan terlebih dahulu. Dan itu kewenangannya ada di kabupaten/kota. Datanya sudah kita serahkan," ujar Singgih. 

Keluhan terkait maraknya 'virtual hotel management' tersebut muncul dari Perhimpunan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI).  Ketua BPD PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan kondisi perhotelan di DIY masih jauh dari iklim yang sehat tersebut karena tingkat huniannya bisa jadi tinggi tetapi pendapatnnya tidak serta merta meningkat terutama pada saat low season. Iklim yang tidak sehat tersebut ditambah dengan munculnya ekspansi operator hotel virtual yang kini tengah gencar-gencarnya menyerbu DIY dan daerah lainnya. 

"Menjamurnya ekspansi operator hotel virtual ini tentunya menjadi tantangan yang berat terutama bagi hotel non bintang di DIY.  Kita ingin ada ada win-win sollution dengan maraknya operator horel virtual ini tetapi harus ada aturan legalitas yang harus dipenuhi bersama oleh mereka, jangan sampai ada hotel yang belum punya izin bisa beroperasi di DIY,"  ungkap Deddy.  

General Manager Hotel Ruba Grha Yogyakarta ini dengan masih rendahnya okupansi hotel non bintang ditambah serbuan operator hotel visual maka kompetisinya semakin ketat ditambah dengan adanya homestay dan kos-kosan harian yang dijadikan seperti hotel. Untuk itu, pihaknya berusaha mencari solusi agar hotel non bintang di DIY tidak gulung tikar atau tergusur dengan berbagai upaya. 

"Kita mengajak hotel non bintang di DIY meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas ditingkatkan. Kita mengajak mereka melek informasi dan teknologi dengan memperkuat jaringan dengan adanya jaminan keamanan dan kenyamanan tamu yang menginap," tandas Deddy. (Awh/Ira)

 

BERITA REKOMENDASI