Vonis Ahok, PP Muhammadiyah Minta Semua Pihak Menghormati

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Vonis 2 tahun yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara atas kasus penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan beragam dari pihak yang pro maupun kontra eks Gubernur DKI Jakarta tersebut. Kubu yang pro Ahok menilai hukuman tersebut terlalu berat namun bagi yang kontra menganggap 2 tahun penjara sangat ringan daripada hukuman maksimal 5 tahun dalam pasal yang disangkakan. 

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir kepada wartawan Rabu (10/5/2017) menilai hukuman untuk Ahok sebenarnya telah sesuai dengan asas keadilan. Haedar mengungkap adanya pro dan kontra terhadap sebuah putusan adalah hal biasa dalam sebuah dinamika. 

"Keputusan pengadilan itu dari banyak sudut terlebih dari ahli hukum, sudah cukup adil mewakili rasa keadilan. Ada yang tak puas dan mengnggap ini ringan maksimal 5 tahun, tapi pendukung Pak Basuki tak puas dianggap terlalu berat. Saya yakin keputusan pengadilan perlu dihormati sebagai keputusan hukum dan sejak awal PP Muhammadiyah meyakini muara semua ini adalah keputusan pengadilan," ungkapnya.

Haedar pun menghimbau warga Muhammadiyah, umat Muslim dan masyarakat Indonesia untuk mengedepankan sikap legowo dalam menyikapi keputusan pengadilan. Hal tersebut setelah melihat fakta adanya pendukung Ahok yang melakukan aksi hingga rutan Cipinang yang dinilai mengganggu ketertiban umum. 

"Pada warga Muhammadiyah dan segenap umat Islam serta masyarakat Indonesia harus menghormati hukum dan tak perlu ada hal diluar koridor hukum termasuk pendukung Ahok harus menerima dengan legowo tak perlu ada aksi seperti yang terjadi kemarin sore. Hormati hukum, tahan diri dan tak terlibat dalam aksi mengganggu ketertiban kini kita kembali ke kebersamaan berbangsa dalam perbedaan," lanjut Haedar. 

Sementara terkait banding yang dinyatakan oleh tim kuasa hukum Ahok, Haedar menilai hal tersebut merupakan hal wajar dan hak seorang warga negara. "Tetapi bagi yang merasa putusan itu ringan dan ingin lebih berat maka kita lihat nanti prosesnya apakah akan banding atau tidak, tapi saya rasa tidak," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI