Wacana Tol Yogya-Bawen Masih Terbuka

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, rencana pembangunan Jalan Tol Yogya-Bawen masih terbuka. Pihaknya juga mengajak DPRD Jateng yang menolak proyek Tol Yogya-Bawen untuk duduk bersama para pakar, guna membicarakan soal keberatan tersebut, yang pada prinsipnya tidak setuju karena tiga hal yakni kegempaan, lahan subur, dan pilihan moda transportasi.

"Apakah benar di situ rawan bencana, apakah benar di situ lahan suburnya luas, kalau memang ada pilihan moda transportasi tidak tol tapi kereta, mari kita bicara benefit yang akan didapatkan, sehingga masih terbuka," papar Ganjar menjawab pertanyaan wartawan di sela Musrenbang di Hotel Hyatt Yogyakarta, Rabu (17/10).

Karena itu, menurut Ganjar, jika DPRD ingin menyerahkan ke nasional pada saat evaluasi, maka sebelum dievaluasi sebaiknya bisa mengundang pakar untuk diomongkan bersama karena Yogya sudah setuju. "Karena bila Yogya setuju tapi Jateng tidak, maka program tidak akan jadi. Padahal tol ini adalah Program Strategis Nasional (PSN), sehingga harus hati-hati," tutur Ganjar.

Ganjar menyebutkan, jika lokasi pembangunan tol melintasi lahan subur, bisa dievaluasi apakah bisa melingkar, jalan melayang atau tidak. "Jika pilihannya kereta, keretanya sampai di sana tidak, ada yang mendorong dibuat tidak? Jangan-jangan hanya pilihan optional yang argumentasinya belum keluar," papar Ganjar.

Menurut Ganjar, pihaknya sudah menyampaikan ke Bappenas dan sudah disampaikan ke Pemerintah Pusat, Kemendagri, Jasa Marga, pengelola jalan tol dan komisarisnya sudah menerima serta sepakat untuk duduk bersama. "Ada risetnya kalau memang dari mitigasi berbahaya kita ikut dewan, tetapi kalau untuk lahan subur kita punya data sendiri, dan kita sudah kaji lama," tegas Ganjar seraya mengungkapkan, dinamika di DPRD Jateng juga berkembang antara yang setuju dan tidak.

Ganjar menyebutkan, dari data yang dikumpulkan, pembangunan jalan tol itu berada di atas lahan sekitar 416 hektare yang terdiri sawah irigasi 97 ha dan sawah tadah hujan 319 ha. "Dari data di atas mari kita duduk bersama," ucap Ganjar.

Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto menyatakan, semua pihak terkait perlu duduk bersama dulu karena dalam pembangunan tol nanti ditentukan lahan-lahan  yang dilewati apakah subur/tidak, jika dibuat melingkar lebih mahal apakah investor mau tidak, dan lainnya. "Jadi perlu banyak kajian dan dilihat itungan teknis dan investasinya juga bagaimana," papar Tavip. (M-3)

 

 

BERITA REKOMENDASI