Wantimpres Jokowi Temui Akademisi UGM

SLEMAN, KRJOGJA.com – Empat anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) yakni Wiranto, Agung Laksono, Habib Luthfi, Mardiono Bakar bertandang ke UGM, Selasa (21/1/2020). Mereka menyaring masukan dari akademisi UGM untuk modal memberikan nasihat pada Presiden Joko Widodo. 

Baca Juga: Jaga Ketersediaan Air, DLH Fasilitasi 50 Pembuatan SPAH

Kepada wartawan usai pertemuan tertutup dua jam, Wiranto mengatakan pertemuan dengan akademisi UGM merupakan upaya menangkap fakta di lapangan dalam upaya menjalankan tugas memberi masukan presiden. Dari akademisi UGM, Wantimpres menurut Wiranto mendapatkan banyak masukan yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam forum-forum lanjutan melibatkan tim ahli. 

“Kami datang untuk bergaul, berbincang dengan banyak pihak salah satunya akademisi di UGM yang merupakan central of excellence bangsa. Banyak ide cemerlang muncul dan tadi dua jam lebih kami dialog intens, mendapat banyak sekali masukan dari akademisi UGM,” ungkap Wiranto. 

Wiranto mengaku mencatat 17 masukan dari UGM sepanjang dialog dua jam. Seluruhnya akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan dengan melibatkan tim ahli untuk menyelesaikan masalah-masalah bersifat nasional tersebut. 

“Banyak hal disampaikan tadi mulai bidang ekonomi, pancasila, hukum, pertanian, energi, keamanan, terorisme dan banyak lagi. Nanti akan ditindalanjuti ada tim ahli dan sudah dapat ijin dari Pak Rektor untuk pertemuan lanjutan,” ungkapnya lagi. 

Baca Juga: Mudahkan Pedagang, Layanan E-Retribusi Pasar Tradisional Diperluas

Sementara Prof Koentjoro, Ketua Dewan Guru Besar UGM menyampaikan ada beberapa hal yang disampaikan pada Wantimpres dalam pertemuan tertutup tersebut. Ia menekankan pentingnya karakter bangsa disamping kreativitas dan inovasi anak-anak bangsa selain diberikannya buku putih UGM untuk pemerintah. 

“Tadi saya sampaikan masalah pentingnya karakter bangsa. Kita selama ini tak pernah percaya dengan diri kita, padahal itu modal utama untuk bergaul. Kami coba sampaikan dan harapannya ini jadi prioritas pemerintah kedepan termasuk penggunaan Bahasa Indonesia yang akan digelorakan tak hanya di Asean saja tapi dunia,” ungkap Koentjoro. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI