Warga Banguntapan ‘Sinau’ Pinjol Bareng OJK, Diingatkan Cukup ‘Camilan’

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRJOGJA.com – Puluhan warga Banguntapan mengikuti workshop bertajuk ‘Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Terhadap Pinjaman Online Ilegal’ bersama OJK dan RM Wibisono di Kantor Kalurahan Banguntapan, Sabtu (16/7/2022) siang. Warga diingatkan untuk waspada serta berhati-hati terhadap pinjol ilegal yang kini jumlahnya sangat banyak.

Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK DIY, Rosi Kho Arliyani, mengatakan pinjol sebenarnya memiliki manfaat yang luar biasa besar terutama untuk masyarakat yang sulit mengakses perbankan konvensional. Pinjol menurut dia, seturut data OJK membawa dampak positif untuk masyarakat yang mengakses pinjaman produktif terutama bagi usaha mikro kecil.

“Akumulasi penyaluran pinjaman sampai saat ini Rp 380 trilyun lebih. Peminjam sudah sampai 83,15 juta dan Landernya atau orang yang meminjamkan mencapai 888,21 ribu. Data ini menunjukkan manfaat pinjol sangat baik memenuhi harapan akses keuangan masyarakat unbankable,” ungkapnya.

Namun begitu, Rosi tak menampik masih banyak masyarakat yang mengakses pinjol ilegal hingga muncul berita-berita buruk terkait akses lembaga fintech itu. OJK pun meminta masyarakat untuk lebih hati-hati serta waspada ketika hendak mengakses pinjol.

“Pinjol ilegal ini penawaran biasanya lewat SMS, jangan di klik karena bahaya tahu-tahu cair, lebih baik hapus saja. Kita juga pasti tidak diberitahu hak dan kewajibannya. Penagihan tanpa etika, akses data pribadi berlebihan. Kalau OJK selalu mengingatkan bahwa akses dari pinjol itu tidak lebih dari camera, microfon dan location (camilan). Jadi ingat cukup memberikan akses camilan ini saja, jangan yang lain,” tegasnya.

Saat ini ada 102 pinjol legal dan tercatat di website OJK dan bisa dicek secara mudah. Masyarakat pun bisa menghubungi kontak  081157157157 atau hotline 157 ketika hendak mencari tahu pinjol legal atau ilegal, terlebih karena platform ilegal sering kali menyaru pinjol yang legal.

“Jadi, ketika mengakses pinjol ini kita harus tahu betul untuk apa kita meminjam, berapa kemampuan kita membayar karena memang konsekuensi pinjaman yang cepat cair dan mudah diakses bunganya kemungkinan lebih tinggi. Jadi, kami berharap masyarakat lebih berhati-hati dan cermat,” pungkas dia.

Sementar, Panewu Kapanewon Bangutapan, I Nyoman Gunarsa, mengapresiasi langkah OJK bersama Wibisono yang terus bergerak serius mengedukasi masyarakat. Ia berharap warga Banguntapan semakin melek pinjol dan tidak terjebak dalam platform ilegal.

“Nanti, setiap bertemu warga kami akan juga ingatkan, agar tidak menjadi persoalan bagi warga. Kami sangat apresiasi karena masyarakat memang memerlukan edukasi terkait pinjaman online ini,” pungkas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI