Warga Desak Seleksi Ulang Pamong Desa

BANTUL (KR) – Komisi A DPRD Bantul menerima 11 berkas aduan tentang seleksi pamong desa, yang dilaksanakan di beberapa kawasan di Bantul. Adapun kebanyakan aduan terjadi karena adanya dugaan pelaksanaan seleksi yang menyalahi undang-undang serta dugaan nepotisme. Sementara itu, para peserta ujian dan masyarakat mendesak panitia seleksi untuk melaksanakan seleksi ulang pamong desa dan menggugurkan seleksi yang dianggap menyalahi aturan tersebut.

Ketua Komisi A DPRD Bantul, Amir Syariffudin kepada KR, Minggu (25/12) mengatakan, 11 aduan yang masuk rata-rata berisi tentang pengaduan ketidakpuasan penyelenggaraan seleksi pamong desa. Beberapa laporan aduan yang sudah masuk di antaranya di desa Sabdodadi, Srimulyo, Tirtomulyo dan beberapa desa di kecamatan Bantul.  "Rata-rata kasusnya warga menginginkan pemilihan ulang," jelasnya.

Atas kasus itu Amir menegaskan, pihaknya akan segera melakukan klarifikasi dan evaluasi terkait perlu tidaknya diadakan seleksi ulang. Rencananya, pascalibur hari raya Natal ini Komisi akan mengundang stakeholder, seperti camat, lurah dan tim 9 seleksi pamong.

"Prinsipnya, kami akan lihat kasusnya terlebih dahulu dan menampung semua keluhan dan masalah yang masuk. Secara prinsip dalam pelaksanaan seleksi pamong desa, Pemkab sudah memberikan
keleluasaan untuk desa melakukan otonomi," jelas Amir.

Salah satu peserta ujian seleksi Carik Desa Sidomulyo Bambanglipuro, Eko Budianto kepada KR mengatakan, sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Pamong Desa, seharusnya pengumuman dilakukan secara langsung saat itu juga usai seleksi. Meski demikian realisasi di kawasannya,
pengumuman baru dilaksanakan pada hari berikutnya. (*)

BERITA REKOMENDASI