Warga Diharap Mulai Kelola Sampah Sendiri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak tiga hari aktivitas distribusi sampah ke TPST Piyungan terhenti, seluruh depo di wilayah Kota Yogya penuh. Sembari menunggu solusi dari Pemda DIY, warga kini harus mulai mengelola sampah yang dihasilkan.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya Suyana, pihaknya masih tetap konsisten menaati peraturan gubernur (pergub) terkait pengelolaan sampah. Sehingga solusi atas persoalan di TPST Piyungan yang berdampak pada wilayah Kota Yogya, Kabupaten Bantul dan Sleman, masih dikoordinasikan tingkat DIY. "Ini justru menjadi warning bagi masyarakat agar segera mengurangi sampah sejak dari rumah tangga," jelasnya.

Suyana mengaku, pihaknya tidak tinggal diam atas persoalan sampah. Sesuai kewenangannya, sejak armada pengangkut sampah tidak bisa masuk ke TPST Piyungan, pihaknya lantas memaksimalkan seluruh depo yang ada di Kota Yogya.

Prioritas utama ialah penanganan sampah yang ada di jalan atau ruang publik. Sedangkan sampah rumah tangga, dirinya meminta agar masyarakat mulai memiliki kepedulian.

Seharusnya tidak semua sampah yang dihasilkan rumah tangga diserahkan ke depo. Melainkan harus dipilah dan diolah terlebih dahulu.

Sampah kering yang bisa didaur ulang harus diolah. Sementara sampah basah, dapat dimasukkan dalam biopori atau dibuat kompos.

"Kita semua harus memiliki kepedulian terhadap sampah. Apalagi penanganan sampah juga masuk dalam percepatan pembangunan oleh Pemda DIY," tandasnya.

Dalam satu tahun, alokasi penanganan sampah yang disetorkan Kota Yogya ke DIY mencapai sekitar Rp 2 miliar. Kota Yogya juga tidak mungkin membangun TPST mandiri karena keterbatasan lahan.

Sementara anggota Komisi C DPRD Kota Yogya Bambang Seno Baskoro, menilai persoalan sampah tidak bisa dipandang remeh. Dalam satu hari saja TPST Piyungan tidak beroperasi, maka dampaknya sangat dirasakan di Kota Yogya. "Semua pihak baik masyarakat, pemerintah maupun kalangan swasta memiliki tanggung jawab dalam menangani sampah," tandasnya.

Dirinya pun mengusulkan agar edukasi penanganan sampah ke masyarakat digencarkan oleh pemerintah. Di antaranya memberikan dukungan penuh bagi operasional bank sampah di wilayah. Pihak swasta yang memproduksi barang tidak habis pakai, wajib menampung kembali supaya tidak membebani sampah di masyarakat. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI