Warga DIY Ketipu ‘Kraton Agung’, Begini Kata Sultan

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Tidak sedikit warga DIY ikut ikut anggota Kraton Agung Sejagat di Purworejo dan akhirnya jadi korban. Mereka menyetor sejumlah uang dengan iming-iming bakal mendapatkan gaji hingga ratusan ribu dollar. 

Hal tersebut mendapat perhatian dari Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Yogyakarta, Sri Sultan HB X. Menurut Sultan, karakter masyarakat DIY yang terbuka pada orang baru sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi mudah menjadi korban. 

“Masyarakat kita ini terlalu percaya pada orang lain, durung kenal we dipercoyo. Ra kenal we medayoh. Ngobrol esuk tekan sore, arep nembung nginep we oleh, mangga. Masyarakat kita terbuka seperti itu kan mudah kena. Tapi tak bisa mengubah seperti itu. Kita itu biasa terbuka, ora iso nolak,” ungkap Sultan. 

Namun demikian, Sultan mengharapkan masyarakat lebih waspada dengan iming-iming serupa yang begitu menggoda namun hanya menjadi modus penipuan semata layaknya yang dilakukan Kraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah Purworejo. “Harapan saya, masyarakat hati-hatilah, nyetor duit engko mung ditinggal mlayu, ya harus waspadalah,” tegas Sultan. 

Sebelumnya diberitakan, banyak masyarakat tertipu dengan Kraton Agung Sejagat dengan menyetorkan sejumlah uang sebagai pendaftaran menjadi anggota Kraton tersebut. Iming-imingnya, mereka akan mendapatkan gaji dalam bentuk dollar dari raja dan ratu yang belakangan sudah ditangkap pihak kepolisian. 

Masyarakat di kawasan Purworejo sebelumnya dibuat percaya dengan banyaknya kirab budaya yang dilakukan raja dan ratu buatan di Kraton Agung Sejagat tersebut. Namun polisi akhirnya melakukan penghentian kegiatan dan penangkapan pada Toto Santoso dan Fanni Aminadia. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI