Warga Kampung Gemblakan Buat Sambal dan Bakso dari Jambu Dalhari

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga Gemblakan Atas Kelurahan Suryatmajan Kecamatan Danurejan Kota Yogyakarta membuat kreasi olahan dari buah Jambu Dalhari. Memanfaatkan urban farming di lahan yang ada di tiap rumah, warga berhasil membuat kreasi luar biasa mulai dodol, sambal hingga bakso jambu.

Eko Triyono, perwakilan warga menyampaikan gerakan warga Gemblakan diberi label sebagai Pokja Jambu Gemblakan Atas yang diinisiasi sejak adanta pandemi Covid-19. Menurut dia, masyarakat setempat yang didominasi pekerja informal butuh pengungkit untuk bisa mempertahankan ekonomi keluarga di tengah situasi sulit.

“Kami berpikir bersama dan akhirnya tercetus untuk menanam jambu air di lahan yang ada, baik di halaman rumah atau pinggir jalan kampung. Jambu ini mudah ditanam, bibitnya juga mudah dan ternyata bisa diolah dengam banyak macam,” ungkapnya pada wartawan, Senin (13/7/2020).

Setalah berjalan, hasil bercocok tanam jambu air warga ternyata mulai membuahkan hasil. Warga pun mengolahnya dengan berbagai kreasi yang memiliki nilai ekonomis lebih.

“Warga punya kreasi luar biasa mulai sirup, dendeng, dodol, teh celup, jambu rasa kurma, keripik jambu, manisan, nugget, minyak gosok, lulur, bahkan sampai sambal, eskrim, mie dan bakso. Semua diolah sendiri oleh warga di Gemblakan Atas,” imbuhnya.

Kreasi olahan jambu yang dihasilkan warga Gemblakan Atas mendapat apresiasi dari wakil rakyat di DPRD DIY, RB Dwi Wahyu. Menurut Dwi, kreativitas warga sangat diperlukan di masa pandemi ini terlebih sebagai daya ungkit ekonomi keluarga.

“Menurut saya, ini adalah upaya warga melakukan rekovery ekonomi secara mandiri. Olahan jambu ini bisa punya nilai ekonomi lebih yang harapannya bisa mendongkrak pendapatan warga yang terdampak Covid. Selain itu, lokasi Gemblakan yang di tengah kota bisa lebih asri karena ada pohon hijau yang di sisi lain produktif,” ungkapnya.

Dwi berharap pemerintah DIY bisa memberikan perhatian agar hal-hal serupa bisa dikembangkan di kampung lain. “Pemda bisa masuk seperti penyediaan peralatan pendukung membuat olahan atau juga dengan membantu sistem manajemen sampai pemasarannya. Gerakan ini jika dilakukan dengan terintegrasi maka kampung akan menjadi tangguh dalam menghadapi bencana,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI