Warga Minangkabau Bakal Perkuat Keistimewaan Yogyakarta

YOGYA (KRjogja.com) – Masyarakat Minangkabau yang berada di Yogyakarta berkomitmen untuk memperkuat Keistimewaan Yogyakarta. Salah satu wujudnya ialah dengan membangun galeri budaya Minang di Yogyakarta sebagai simbol multikulturnya kebudayaan yang ada di Yogyakarta.

Wacana pembangunan galeri budaya tersebut merupakan hasil dari Musyawarah Istimewa Ikatan Keluarga Besar Minangkabau Yogyakarta (IKBMY) yang digelar di komplek Balaikota Yogyakarta, Sabtu (9/11/2013). "Salah satu rekomendasi dari musyawarah ini, kami mendukung Keistimewaan Yogya dengan mewujudkan galeri budaya daerah," ungkap Ketua Steering Comitte Musyawarah Istimewa IKBMY, Nasrullah.

Menurut Nasrullah, Keistimewaan Yogyakarta tercermin dalam akar budaya. Yogya juga sudah lama dikenal sebagai miniatur Indonesia. Hal ini karena semua wakil daerah di Indonesia tinggal bahkan menetap di kota ini.

Meski memiliki kebudayaan sendiri, namun Yogyakarta tetap bisa menerima budaya dari daerah lain. Keluwesan ini pula yang menjadikan Yogyakarta memiliki predikat sebagai kota multikultur. Hanya saja, imbuh Nasrullah, selama ini belum ada simbol atau bentuk fisik yang menggambarkan perihal keragaman tersebut.

Oleh karena itu, usai menggelar Musyawarah Istimewa, jajaran pengurus IKBMY akan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat guna membangun galeri budaya di Yogyakarta. "Kami akan mengawali. Misal dengan membangun Rumah Gadang disini sebagai pusat galeri budaya sekaligus ruang ekspresi budaya warga Minang," paparnya.

Nasrullah berharap, upaya membangun galeri budaya daerah tersebut dapat diikuti oleh warga luar DIY lainnya. Sehingga begitu masuk ke Yogyakarta, wisatawan maupun warga bisa langsung merasakan keragaman budaya yang dimiliki sekaligus menguatkan Yogyakarta miniaturnya Indonesia.

Realisasi pembangunan galeri budaya masyarakat Minang akan dilakukan dalam waktu dekat. Maksimal tiga bulan ke depan, pengurus IKBMY akan menentukan lokasi sekaligus membebaskan lahan. Tapi jika Pemda DIY ikut memberikan dukungan, menurut Nasrullah sangat diharapkan. Seperti mempersilakan Sultan Ground maupun Pakualaman Ground sebagai lokasi pembangunan galeri budaya daerah.

Pada Musyawarah Istimewa IKBMY kali ini, selain merumuskan program kerja, para peserta sidang juga memilih kepengurusan baru periode 3 tahun mendatang. Terutama memilih ketua baru menggantikan Drs Zaitul Zuhri yang mundur karena dinamika organisasi. (R-9)

BERITA REKOMENDASI