Warga Pengok Tolak Pendataan Aset PT KAI

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Warga Pengok Gondokusuman Yogyakarta yang menempati komplek eks rumah dinas PT KAI menolak adanya pendataan aset yang dilakukan pihak instansi tersebut. Warga merasa resah lantaran pendataan yang dilakukan nantinya dikhawatirkan berujung pada pengusiran terhadap mereka atau pembayaran sewa atas tanah dan rumah yang telah puluhan tahun ditempatinya.

Salah seorang warga yang tinggal di komplek tersebut, Sulistyono Priyo Santoso menegaskan PT KAI tak berhak mengklaim tanah yang mereka tempati merupakan miliknya. Tanah tempat ratusan warga tinggal tersebut menurutnya merupakan bagian dari Sultan Ground, bukan milik PT KAI.

“Sebelumnya dahulu memang ada perjanjian sewa antara pihak kereta api dengan kraton, namun sejak tahun 1972 semua telah kembali ke Sultan. Jadi tidak benar jika PT KAI mengkalim tanah ini miliknya, ini merupakan Sultan Ground,” kata Santoso disela dialog antara warga dan Anggota DPR Kota Yogyakarta, Endro Sulaksono dalam kegiatan reses menjaring aspirasi masyarakat di komplek eks rumah dinas PT KAI kawasan Pengok Yogyakarta, Rabu (08/07/2020).

Santoso mengungkapkan, dalam seminggu ini warga dibuat tidak tenang dengan adanya petugas PT KAI yang mendatangi rumah-rumah melakukan pendataan dengan pengawalan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Pendataan serupa sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2017 silam yang berujung pada dikenakannya biaya sewa bagi warga yang masih ingin menempati komplek tersebut.

BERITA REKOMENDASI