Warga Yogya Suarakan Anti ‘Klithih’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Puluhan warga Yogyakarta yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pendidikan (MPP) melakukan aksi damai di titik 0 kilometer Sabtu (17/12/2016) siang. Dalam aksi tersebut mereka menyuarakan permintaan stop kekerasan menyikapi fenomena 'klithih' yang dianggap tak lagi mencerminkan Yogyakarta.

Miftah Bahria Saadah, koordinator lapangan mengatakan aksi tersebut dilakukan setelah melihat banyaknya fenomena kekerasan remaja di wilayah DIY. Menurut dia, MPP menilai fenomena klithih ini seharusnya bisa dicegah apabila semua elemen mau terlibat aktif.

"Kami sangat prihatin dengan adanya kenakalan remaja yang sudah menjurus ke tindakan kriminal. Menurut kami harusnya tri pusat pendidikan ditegakkan lagi yakni keluarga, sekolah dan masyarakat bersama memperhatikan kembali anak-anak kita," ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, MPP juga mengharapkan adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian pada pelaku-pelaku kekerasan untuk menimbulkan efek jera. "Kalau ada hukuman tegas, maka pelaku lain jadi jera dan berpikir lagi untuk melakukan tindakan serupa, polisi harus tegas melaksanakan hukum," imbuhnya.

Terkait stigma kata klithih, MPP juga mengajak masyarakat untuk tak terjebak untuk memaknai kata tersebut. "Klithih itu seharusnya jalan mencari makan, bukan mencari mangsa jadi semoga tak lagi ada kata klithih dengan konotasi negatif," pungkasnya.

Aksi damai tersebut sempat berjalan beberapa saat di tengah simpang empat 0 kilometer. Meskipun hujan deras turun di kota Yogyakarta namun peserta aksi terus menyuarakan pesan damai untuk masyarakat Yogyakarta. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI